Berita Kendal
Halal Bihalal LDII Kendal 2022, Bupati Dico : Saya Kagum pada LDII
Sebanyak 2500 hingga 3000 warga LDII Kabupaten Kendal Jawa Tengah Halal Bihalal bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Sebanyak 2500 hingga 3000 warga LDII Kabupaten Kendal Jawa Tengah Halal Bihalal bersama Bupati Kendal Dico M Ganinduto di Komplek Masjid Agung Baitul Munir Brangsong Kendal, Minggu (29/5) pagi.
Bupati Kendal dalam sambutan mengaku dengan warga LDII khususnya di Kendal tidak asing lagi karena selalu berkomunikasi dengan LDII sebelum dirinya menjadi bupati.
"Saya sangat kagum dengan SDM dan warga LDII yang karakternya selalu ingin berkembang dan berkontribusi terhadap bangsa ini," pujinya.
Bupati muda ini menambahkan saat pertama datang di masjid ini, sempat shalat jumatan di basemant masjid.
"Kini saya datang lagi, sudah berubah tadi saya merasa seperti di Eropa sudah megah masjidnya, padahal saya sering mendengar LDII tidak pernah mengajukan proposal untuk ini dan itu," puji Dico.
Meski tidak mengajukan proposal, Bupati menjanjikan tahun 2023 akan memasukkan bantuan hibah untuk LDII ke depannya.
Dico mengaku banyak kesamaan program LDII dengan visi misinya sebagai Bupati Kendal.
"Diantaranya seperti pemberdayaan ekonomi dan pendidikan yang dikembangkan LDII, saya dengar dari Prof Singgih tentang pengembangan sapi perah dan daging," kata Dico.
Bupati yang gemar olahraga ini pun berjanji akan mensuport dan membantu semampunya baik sarana dan prasarana untuk bisa mewujudkan pemberdayaan UMKM dan masyarakat Kendal khususnya.
Sebelumnya Prof Singgih Tri Sulistyono menjelaskan 8 program unggulan LDII untuk berkontribusi untuk bangsa. LDII mempunyai 8 fokus bidang pengabdian kepada masyarakat, yaitu:
1. Bidang kebangsaan
2. Bidang dakwah
3. Bidang pendidikan
4. Bidang pangan dan lingkungan hidup,
5. Bidang ekonomi syariah
6. Bidang kesehatan alami.
7. Bidang teknologi digital
8. Bidang energi terbarukan
Maka diantara programnya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi syariah masyarakat.
Dalam hal pendidikan Prof Singgih menjelaskan bahwa warga LDII melalui PAC tidak hanya mengaji minimal 3 kali seminggu di masjid-masjid LDII.
Tapi juga mengembangkan pendidikan baik formal dan nonformal seperti pondok pesantren baik untuk pelajar dan mahasiswa, boarding school hingga TPQ dengan mengutamakan pendidikan budi pakerti, moral, agama, mental seperti yang diperintah Nabi Muhammad SAW.
"Harapannya generasi penerus LDII setelah memiliki karakter dan budi pakerli yang luhur bisa memberikan kontribusi pada warga sekitar dan bangsa Indonesia, diantaranya di daerah Kendal ini," harap Guru Besar Undip ini.
Apalagi saat ini tantangannya sangat berat dengan perkembangan digital dan millenium ini maka diperlukan generasi masa depan yang berkarakter dan memiliki kepahaman agama yang kuat.
Diantaranya membangun Genrus Nusantara Boarding School, disingkat GNBS yang memadukan kurikulum Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan kurikulum Pendidikan Agama atau Bina Santri (Binsan).
Para siswa didik mulai pagi hingga siang hari akan dididik dengan kurikulum Sisdiknas yang telah dikemas dan dikembangkan materi pembelajarannya agar memiliki muatan spiritual setiap materi pembelajarannya.
Sore hingga malam hari, siswa-siswi akan dididik dengan pendidikan pondok pesantren sesuai dengan bakat dari masing-masing siswa.
Untuk pembentukan karakter, anak didik akan dibimbing oleh bapak dan ibu pamong agar siswa-siswi dapat membiasakan diri bersikap sopan-santun, uggah-ungguh, terampil berbicara dan bertata-krama yang baik sehingga setelah lulus dari GNBS diharapkan menjadi manusia yang berakhlakul karimah.
Pengelola GNBS menyadari, bahwa dalam menghadapi era globalisasi ini, dimana arus transformasi dan komunikasi mengalami perkembangan yang begitu hebat serta persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, maka para siswa dan siswi GNBS akan dibimbing serta dididik menjadi tenaga professional di bidangnya masing-masing sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Tantangan selanjutnya adalah ekonomi, maka LDII mencoba menyiapkan pemberdayaan ekonomi diantaranya seperti perkebunan sawit dan peternakan sapi.
"Kebun sawit saat ini sudah memiliki 5000 hektar lahan yang dikelola melalui koperasi dan plasma, sehingga masyarakat bisa menanamkan modalnya," jelas Prof Singgih.
Menurut pengurus DPP LDII Hubungan Internasional ini juga menyiapkan program peternakan sapi baik daging dan sapi perah.
"Maka tadi kita berbincang dengan bapak bupati tentang rencana peternakan sapi di daerah limbangan atau sukorejo dan mendapat sambutan baik semoga ke depan bisa terwujud untuk membantu perekonomian masyarakat Kendal ini," tambah Singgih.
Menurutnya, ada warga LDII di Tulungagung yang sukses mengelola peternakan sapi perah. "Kita bisa mengadopsi dan mengkloning program tersebut di Kendal ini," ujar Singgih.
Sebelumnnya Ketua Panitia, Bambang K yang juga wakil DPD LDII Kendal menjelaskan acara halal bi halal ini dihadiri kurang lebih 3000 warga.
Tampak hadir ketua MUI Kendal KH Asroi Tohir, Pembina GNBS DR Chotimul Husein, Tokoh Agama baik NU dan Muhammadiyah, FKUB dan jajajar Forkapimda di Kendal. Acara halal bihalal ini ditutup dengan ceramah agama KH Muhammad Thoyibun. (*)
Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Dinarpus Pekalongan Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah
Baca juga: Aplikasi Game Penghasil Pulsa Poin Web, Selesaikan Misi dan Cairkan Saldo
Baca juga: 3 CPNS Pemkot Semarang Mengundurkan Diri, Alasan Gaji hingga Masih Terikat Kerja dengan Pihak Lain
Baca juga: Risiko Jatuh dan Penurunan Sensibilitas pada Lansia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Bupati-Dico-di-GNBS-Kendal.jpg)