KNEKS Terus Bergerak Cepat Kembangkan Ekonomi Syariah

Masterplan Industri Halal Indonesia sebagai strategi besar pengembangan industri halal periode 2022-2029, akan diluncurkan pada kuartal IV/2022.

Editor: Vito
instagram
Menkeu Sri Mulyani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Rapat pleno kedua Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) telah dilaksanakan pada, Senin (30/5).

Rapat bertajuk “Bergerak Lebih Cepat untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka di Dunia” itu merupakan lanjutan dari Pleno Pertama pada 30 November 2021 lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, hasil rapat KNEKS mencatat 8 program yang sudah terealisasi dari 13 program, dan diharapkan akan memberikan efek ganda yang besar terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air.

“Rapat pleno menjadi sarana tempat untuk melihat aspek pertama pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Pada saat sama pasca-pandemi, kita perlu memulihkan ekonomi, sekaligus membangun perekonomian Islam atau Syariah,” katanya dalam konferensi pers.

Sri Mulyani menyampaikan tujuh poin utama hasil rapat pleno kali ini. Pertama, dalam rangka mengembangkan industri halal,

Masterplan Industri Halal Indonesia disusun sebagai strategi besar pengembangan industri halal periode 2022-2029, yang rencananya akan diluncurkan pada kuartal IV/2022.

Kedua, sebagai tindak lanjut pendirian Pusat Riset Halal Nasional oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perlu segera dibentuk Konsorsium Riset Halal yang dipimpin BRIN, beserta rencana aksi dan pendanaannya.

Ketiga, skema KPBU Syariah ini menjawab tantangan pembiayaan syariah dalam pembangunan nasional, seperti program konversi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), di mana Pemda Riau saat ini sedang melakukan konversi Bank Riau Kepri berbasis Syariah.

Adapun, kontribusi pembiayaan syariah dalam proyek KPBU Kementerian PUPR sejak 2015 hingga Februari 2022 mencapai Rp 10,62 triliun.

Sri Mulyani menuturkan, Kementerian PUPR juga telah menyampaikan shortlist tiga proyek untuk menjadi opsi pilot project Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Syariah di level pusat, dengan nilai proyek masing-masing Rp 3,8 triliun, Rp 883 miliar, dan Rp 770 miliar.

“Kami berharap pembiayaan syariah ini akan bisa diakselerasi, karena memang di Kemen PUPR banyak proyek yang bisa didesain multiyear dalam bentuk pembiayaan KPBU Syariah,” jelasnya.

Keempat, penggerakan wakaf uang diharapkan terus tumbuh signifkan serta dikelola secara transparan, hati-hati, dan berkelanjutan oleh para nazhir, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat.

Kelima, Otoritas Jasa keuangan (OJK) perlu terus memberikan dukungan agar jumlah penyelenggara Securities Crowdfunding Syariah semakin bertambah, seperti untuk percepatan ekspor UKM Industri halal yang telah dimulai melalui Kelompok Kerja Indonesia Halal Export Incorporated.

Hal itu dikoordinir Kementerian Perdagangan bersama 12 kementerian/lembaga lain, dan diharapkan membantu UKM Industri Halal Go Global.

Keenam, KNEKS mendukung semangat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di daerah, seperti pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Provinsi Sumatera Barat, dan akan segera diiikuti beberapa pemda lain seperti Jawa Barat dan Riau.

Keberadaan KDEKS di daerah akan memudahkan koordinasi dan sinkronisasi antara program kerja nasional dengan kebutuhan dan karakteristik spesifik daerah dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan sariah.

Ketujuh, program kerja KNEKS lain yang mendapat respon sangat baik dari beberapa pemda adalah pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS).

Kolaborasi antara KNEKS, Kementerian Kesehatan, BPJPH, dan pemerintah daerah telah meluncurkan beberapa pilot project Zona KHAS, yakni di DKI Jakarta dan Bukit Tinggi.

Selain itu, saat ini beberapa lokasi juga sudah mengajukan minat membangun Zona KHAS, seperti Kota Bandung dan Makassar. (Kontan.co.id/Siti Masitoh)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved