OJK Pacu Literasi dan Kompetensi Digital melalui Kampus

kampus diharapkan bisa menjadi sentra untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat.

Editor: Vito
arenalte.com
Ilustrasi Digitalisasi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat melalui pengembangan digitalisasi, dibarengi dengan edukasi serta literasi yang kuat dan luas melalui kampus.

Hal itu antara lain dilakukan lewat kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

"OJK berharap UNS dapat semakin meningkatkan sinergi, untuk mendukung terwujudnya literasi keuangan dan juga peningkatan kompetensi terkait sektor jasa keuangan dan teknologi digital bagi mahasiswa UNS,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, melalui keterangan pers, Minggu (29/5).

Menurut dia, kampus diharapkan bisa menjadi sentra untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat.

“OJK mendukung terwujudnya pengembangan kapasitas SDM yang dapat memahami digitalisasi dan berbagai inovasi teknologi lainnya, agar terwujud perluasan akses digital bagi UMKM. Apalagi, kita melihat potensi digitalisasi ekonomi Indonesia yang hingga 2025 mencapai 146 miliar dollar Amerika Serikat (AS), atau tumbuh 20 persen per tahun,” ujarnya.

Wimboh menuturkan, perkembangan teknologi serta penetrasi internet yang dapat diakses melalui smartphone menuntut dilakukannya transformasi teknologi di segala bidang, terutama di industri keuangan, sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat dan meningkatkan daya saing.

Kompleksitas produk dan layanan keuangan juga semakin tinggi dengan maraknya inovasi keuangan digital yang masif, terutama dalam bentuk transaksi financial technology, termasuk perdagangan aset kripto pada masa mendatang.

Ia menyampaikan, OJK mendukung upaya pemerintah melakukan akselerasi digital melalui edukasi untuk meningkatkan literasi digital dan mengurangi gap pemahaman masyarakat.

Selain itu, sektor riil membutuhkan terciptanya SDM dengan kompetensi untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan perekonomian baru pasca pandemi, khususnya di sektor jasa keuangan. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved