Berita Pati

Tumbuhkan IKM Baru, Kemenperin dan Marwan Jafar Gelar Bimtek Wirausaha di 4 Kabupaten di Jateng

240 orang di empat kabupaten, yakni Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, ikuti Bimtek.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Jawa Tengah yang digelar Kementerian Perindustrian bersama Anggota Komisi VII DPR-RI Marwan Jafar di Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, Senin (30/5/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, PATI - Sebanyak 240 orang di empat kabupaten, yakni Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Jawa Tengah.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustri

Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Jawa Tengah yang digelar Kementerian Perindustrian bersama Anggota Komisi VII DPR-RI Marwan Jafar di Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, Senin (30/5/2022).
Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Jawa Tengah yang digelar Kementerian Perindustrian bersama Anggota Komisi VII DPR-RI Marwan Jafar di Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, Senin (30/5/2022). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

an (Kemenperin) dengan Anggota Komisi VII DPR RI Marwan Jafar.

Lokasi kegiatan bimtek tersebar di empat kabupaten tersebut. 

Para peserta terbagi dalam 12 jenis pelatihan/bimtek. 

Beberapa di antaranya ialah pengolahan makanan ringan, pembuatan roti, desain grafis dan sablon, pembuatan lulur dan minyak wangi, anyaman bambu, serta service HP.

Bimtek berlangsung mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2022.

Adapun kegiatan pembukaan yang dihadiri langsung oleh Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin Dini Hanggandari dilakukan di Muria Ballroom, lantai 10 The Safin Hotel Pati, Senin (30/5/2022).

Marwan Jafar menuturkan, IKM merupakan andalan ketika kondisi perekonomian negara sedang tidak baik-baik saja.

“IKM merupakan salah satu solusi, jadi bumper ekonomi yang masih butuh perhatian serius. IKM jadi faktor penting untuk menggerakkan sektor riil di tiap-tiap daerah. Bisa berkontribusi besar terhadap keuangan nasional, terlebih dalam kondisi pandemi (Covid-19) sekarang, hampir tiga tahun kita tidak bisa apa-apa,” tutur dia memberi sambutan via Zoom Meeting.

Menurut Marwan, saat ini Indonesia dan bahkan dunia sedang mengalami kondisi “deindustrialisasi”.

Dunia industri hanya berjalan seadanya, tidak hidup. Ini merupakan tantangan di mana IKM bisa menjadi solusinya.

Ia menambahkan, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membantu IKM. Mengingat bahwa IKM bisa mengisi kekosongan industri yang ada di Indonesia.

Di sisi lain, memang pemerintah sedang berupaya menarik investor industri skala besar baik dalam maupun luar negeri. Lahirnya UU Cipta Kerja adalah bagian dari upaya itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved