Berita Demak

Kapolres Demak Persilakan Masyarakat Adopsi Bayi yang Ditemukan Tapi Harus Sesuai Perundang-undangan

Bayi laki-laki yang ditemukan dalam kardus oleh pencari rosok di Jalan Demak - Jepara Desa Bangkung, Mijen, Demak

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Kapolres usai menengok bayi yang ditemukan pencari rosok di Puskesmas Mijen Demak 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bayi laki-laki yang ditemukan dalam kardus oleh pencari rosok di Jalan Demak - Jepara Desa Bangkung, Mijen, Demak saat ini dalam kondisi sehat di Puskesmas Mijen.

Awalnya pecari rosok menemukan bayi dengan kondisi telungkup dan tertidur lengkap dengan ari-ari serta tali pusarnya. Bahkan badan bayi juga masih basah dikarenakan darah.

Dari keterangan Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, penemu bayi tersebut sempat mengira bayinya mati. Namun saat digendong ternyata bayi tersebut dalam keadaan tertidur.

Saat diserahkan ke Puskesmas Mijen Demak, para dokter langsung mengambil tindakan untuk menolong bayi laki-laki yang bernasib malang itu.

Salah satu dokter di Puskesmas I Mijen Demak, dr Wieda Novi mengatakan waktu bayi tersebut dibawa ke puskesmas. Pihaknya langsung melakukan penanganan.

"Bayinya baik sehat, lahir dalam keadaan normal. Waktu datang, plasentanya masih lengkap dan melekat ya. Disini kami potong," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (31/5/2022).

Penanganan tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur penanganan bayi yang baru lahir.

"Kalau dilihat dari plasentanya sama darah yang ada di kainnya itu masih baru dan belum terlalu lama. Paling sekitar 1jam, karena darahnya dipegang masih basah kalau agak lama kan udah kering ya," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa bayi tersebut juga tidak dikrubuti binatang. Artinya bayi masih baru.

"Kalau dibantu tenaga medis, sepertinya tali pusar sudah dipotong tapi ini masih menempel. Kemungkinan lahir sendiri," katanya.

Sementara itu, Polres Demak, AKBP, Budi Adhy Buono menambahkan bagi yang ingin mengadopsi anak tersebut harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan ya, otomatis kan ada dari puskesmas, kepolisian dan Dinas Sosial. Jadi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan dilengkapi," katanya.

Bagi para pengadopsi, dipersilakan untuk datang di puskesmas.

"Kita sudah berkoordinasi dengan puskesmas, silakan bagi warga yang mau mengadopsi ini dari puskesmas jadi mendaftar," jelasnya.

Usai mendaftarkan, calon orang tua asuh akan ditentukan oleh Dinas Sosial. 

"Dinas Sosial yang akan menentukan. Karena demi kebaikan daripada bayi ini," ucapnya.

Namun untuk saat ini, bayi tersebut masih dalam perawatan puskesmas.

"Untuk sementara masih dalam perawatan medis, karena masih butuh asupan dan diperhatikan juga kebutuhan bayi tersebut," tandasnya.(rad)

Baca juga: 7 Sapi di Karanganyar Terkena PMK, Pasar Hewan Tetap Beroperasi

Baca juga: Dongen Fabel Anak Sebelum Tidur Perjalanan Si Kelici Putih

Baca juga: Kini Tak Cuma Kamera ETLE, Pelanggaran Lalu Lintas Bisa Dicapture Menggunakan ETLE Mobile

Baca juga: Apa Itu Pareidolia? Fenomena Psikologis, Begini Ciri-cirinya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved