Otomotif

Mobil Tersesat dan Terperosok di Hutan gara-gara Ikuti Peta Digital

Pada rekaman itu, terlihat mobil Suzuki Ertiga berwarna hitam terperosok di dalam hutan.

Shutterstock
Ilustrasi hutan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Peta digital atau navigasi menjadi salah satu solusi saat berkendara jarak jauh atau ke daerah yang belum pernah dilewati. 

Aplikasi tersebut membantu pengemudi bisa dengan mudah mengambil jalur tercepat untuk sampai di titik tujuan.

Namun saat mengikutinya, pengemudi harus tetap memperkirakan apakah kendaraan mampu melintasi jalur yang direkomendasikan atau tidak.

Baca juga: Jangan Abaikan Tekanan Udara Ban Mobil, Bisa Berakibat Fatal

Sebab, tak jarang rute tersebut bukan rekomendasi yang tepat untuk dilalui mobil maupun sepeda motor.

Seperti contoh yang ada dalam unggahan akun Instagram @andreli_48.

Suzuki Ertiga tersesat dan terperosok di hutan
Suzuki Ertiga tersesat dan terperosok di hutan. (instagram.com/andreli_48)

Pada rekaman itu, terlihat mobil Suzuki Ertiga berwarna hitam terperosok di dalam hutan.

Diketahui pengemudi tersebut mengikuti aplikasi google maps atau peta digital dari lokasi yang dibagikan oleh kerabatnya.

“Menggunakan aplikasi shareloc pengemudi mobil asal jombang nyasar di tengah hutan madiun, sebelumnya pengemudi mendapat kiriman shareloc dari temanya yang beralamat di bantengan wungu madiun saat hendak pergi kerumahnya,” tulis postingan tersebut.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, aplikasi penunjuk jalan seperti google maps atau apapun itu, sebaiknya digunakan pengemudi sebagai referensi saja.

“Aplikasi penunjuk arah sebaiknya digunakan sebagai referensi agar lebih mudah, dekat, aman dan arahnya jelas.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved