Berita Semarang
Perusahaan di Kawasan Lamicitra Nusantara Kian Membaik
Perusahaan di kawasan Lamicitra Nusantara Pelabuhan Tanjung Emas mulai bangkit.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perusahaan di kawasan Lamicitra Nusantara Pelabuhan Tanjung Emas perlahan mulai bangkit setelah mengalami sejumlah dampak, yakni pandemi Covid-19 dan belum lama ini juga terimbas banjir rob.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan, kembali membaiknya perusahaan-perusahaan ini seiring dengan angka Covid-19 yang semakin terkendali di samping adanya sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat oleh pemerintah.
"Ini sebagai momentum untuk bangkit dan bekerja kembali, pandemi Covid-19 sudah melandai," kata Frans, Selasa (31/5/2022).
Menurut Frans, terdapat sekitar 20 dari 30 perusahaan di kawasan berikat tersebut yang terkena langsung imbas banjir rob selama kurun waktu puluhan tahun terakhir.
"Saya harap mereka mulai perlahan bangkit, mungkin 1-2 minggu sudah kembali normal," lanjutnya.
Di sisi lain, ia menambahkan, kondisi insfratruktur di kawasan industri tersebut masih mengancam keberadaan perusahaan untuk beroperasi.
Disebutkan, para pengusaha tidak menginginkan kejadian serupa yang tidak disangka-sangka tersebut kembali meluluhlantakkan aktivitas industri.
"Kita harus belajar dengan Belanda, di sana dataran lebih rendah tapi tidak banjir, ini harapan kami terhadap pemerintah, tidak ada cara lain," ungkapnya.
Sementara itu dia menyebutkan, terlepas dengan kerugian miliaran rupiah, pemerintah telah mendengar sejumlah usulan para pengusaha untuk menggerakkan roda perekonomian dari sektor industri.
"Pak Gubernur sudah melihat sendiri, termasuk Pelindo memiliki komitmen meningkatkan daya tanggul, supaya memiliki daya tahan, jangan sampai sedikit jebol," lanjut Frans.
Di lain sisi Frans menyebutkan, dalam posisi perusahaan yang berpotensi terdampak rob tersebut, menjadi lika-liku yang harus dilalui pengusaha.
Ia mengatakan, pengusaha harus bermental baja dan tidak mudah putus asa karena sudah terlatih dari adanya pandemi Covid-19.
"Seorang pengusaha itu petarung, tahan banting," tegas Frans. (*)