Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rahasia Angka Stunting di Demak Bisa Turun Drastis, Pemkab Lain Boleh Coba

Pemerintah Kabupaten Demak melalui Bappeda, Dinpermades P2KB, Dinsos, Dinkes mengikuti Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi penurunan stunting.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
tangkap layar Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi penurunan stunting secara daring diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jateng di Surakarta, Senin 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Bappeda, Dinpermades P2KB, Dinsos, Dinkes mengikuti Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi penurunan stunting secara daring.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jateng di Surakarta, Senin (30/5/2022). Diawali dengan pemaparan dari empat OPD sebagai leading Sektor tersebut dihadapan tim penilai dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam pemaparan disampaikan prevalensi stunting Kabupaten Demak berdasarkan penimbangan serentak oleh Dinkes Tahun 2019-2021 yakni 6.82 persen , 6.05 persen, dan 4.34 persen. 

Dengan demikian angka stunting mengalami penurunan, tentunya dengan komitmen bersama percepatan pencegahan penurunan stunting di Kabupaten Demak.

Sistem publikasi yang dilakukan demi pencegahan stunting, juga sudah dilakukan melalui website PD, media online, media sosial, media massa. 

Kemudian juga dilakukan review kinerja tahunan, kemudian dilakukan pendataan semua bayi dan balita melalui aplikasi EPPGBM sasaran dan target 100 %. 

Sementara Agung Tejo Prabowo Plt. Kepala Bappeda Prov Jateng menyampaikan bahwa perlu adanya sinergi upaya penurunan stunting hingga ke desa dan kelurahan khususnya di Jawa Tengah.

“Tahun ini dilaksanan aksi 1 s.d.8 konvergensi, di tahun 2019 meskipun ada sekitar 12 sampai dengan 19 Kabupaten/Kota yang masih masuk lokus penanggulangan stunting," urainya.

Namun diharapkan 35 Kabupaten/Kota bisa mengikuti 8 aksi konvergensi sebagai wujud komitmen bersama untuk percepatan penurunan stunting.

“Belajar untuk pengelolaan kegiatan dari 8 aksi konvergensi berdasarkan survey tahun kemarin karena kasus stunting menurun sekitar 20 %” imbuhnya.

Sementara dalam sambutan dan arahannya, Arifin Hutagalung Kesehatan Bangda Kemendagri menyampaikan kebijakan nasional mendukung implementasi 8 aksi konvergensi. 

Adapun pelaksanaan 8 aksi konvergensi yaitu analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perbup/peraturan walikota tentang peran desa, pembinaan KPM, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, review kinerja tahunan.

“Target tahun 2024 penurunan dua kali lipat dari trend saat ini yaitu 3,4 % penurunan per tahun. Di Kab. Demak SSGBI 2019 34.8 %, SSGI 2022 turun ke 25,5 %. Perlu diketahui bahwa kelompok sasaran penurunan stunting yaitu remaja, ibu menyusui, calon pengantin, anak berusia 0-59 bulan, ibu hamil.” tegasnya.

Tahun depan, Jateng diharapkan bisa turun 18,4

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved