Berita Nasional

Ranking Indeks Pariwisata Indonesia Naik ke Posisi 32 dari 117 Negara Dunia

Di kawasan Asia Pasifik, menurut dia, sektor pariwisata Tanah Air juga berhasil masuk dalam deretan 10 besar, yaitu menempati peringkat 8.

Editor: m nur huda
kompastravelfair.com
Raja Ampat 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Laporan Travel & Tourism Development Index 2021 World Economic Forum (WEF) edisi Mei 2022 menunjukkan industri pariwisata Tanah Air menempati peringkat 32 dari total 117 negara di seluruh dunia.

"Posisi ini naik 12 peringkat (dari peringkat 44-Red) bila dibandingkan capaian Indonesia pada 2019, alias tahun terakhir prapandemi," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat Weekly Press Briefing di Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2022).

Di kawasan Asia Pasifik, menurut dia, sektor pariwisata Tanah Air juga berhasil masuk dalam deretan 10 besar, yaitu menempati peringkat 8.

Di atas RI, terdapat beberapa negara, di antaranya Jepang yang duduk di peringkat pertama, Australia, dan Singapura.

"Tentunya kita patut bangga dengan pencapaian ini, apalagi menurut laporan yang sama, Asia Pasifik merupakan kawasan dengan kinerja di sektor pariwisata tertinggi kedua di dunia. Dari 20 negara, tak kurang 13 di antaranya berhasil memperbaiki indeks sektor pariwisatanya sejak 2019," jelasnya.

Sandiaga menuturkan, capaian ini patut diapresiasi sebagai kerja bersama lintas sektor yang terdiri dari 19 kementerian/lembaga terkait di tengah situasi pandemi.

Namun demikian, tentunya ada beberapa langkah yang akan dilaksanakan setelah rilisnya laporan WEF ini.

"Yakni, mempelajari kembali indikator-indikator yang ada di TTDI 2021, karena adanya penambahan indikator yang semula berjumlah 90 indikator menjadi 112 indikator," ucapnya.

Ia berujar, penambahan indikatoritu berimplikasi pada penambahan jumlah kementerian/lembaga yang terlibat dalam pemutakhiran data untuk meningkatkan peringkat TTDI Indonesia di tahun mendatang.

"Kemudian, peningkatan koordinasi lintas sektor kementerian/lembaga terkait, mengingat urusan pariwisata tidak hanya milik Kemenparekraf, tetapi juga bersinggungan dengan kementerian/lembaga lain, sehingga sektor pariwisata menuju ke arah yang lebih baik," jelasnya. (Kompas.com/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved