Berita Kendal

RS Korban Penganiayaan di Kendal Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Apalagi, RS mengaku sering mendapatkan tindak kekerasan selama menjadi istri pelaku beberapa tahun yang lalu

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muslimah
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan bayi 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Seorang perempuan 27 tahun berinisial RS korban penganiayaan di Brangsong Kendal tak menyangka bayinya dilukai sang mantan suami DH alias Codot (31) beberapa waktu lalu.

Saat ditemui di kediamannya, RS meminta agar pihak yang berwajib memberikan hukuman setimpal atas perbuatan DH.

Kata dia, pelaku yang merupakan mantan suaminya itu sudah bertindak keji dengan melukai bayi dan dirinya menggunakan senjata tajam jenis pisau hingga mengancam nyawa dua orang.

Apalagi, RS mengaku sering mendapatkan tindak kekerasan selama menjadi istri pelaku beberapa tahun yang lalu.

Baca juga: Teman SMA Ungkap Sikap Tanggung Jawab Eril, Rela Bersepeda Malam-malam Demi Tukar Sepatu

Baca juga: Tips Wajah Kencang Bebas Keriput, Glowing dan Ternutrisi

Begitu pula anak kandung keduanya yang kini tinggal bersama RS.

"Setelah melukai saya dan anak saya (dari suami sekarang,red), dia (pelaku) langsung kabur. Saya ingin dia dihukum seberat-beratnya," terangnya, Rabu, (1/6/2022).

Sementara itu, DH mengaku jengkel dan emosi karena mantan istrinya menceraikan dia.

Dia berdalih tidak ada niatan sama sekali melukai mantan istri dan seorang bayi.

"Spontan saja karena saya jengkel dan emosi. Setelah kejadian, saya langsung pulang," aku dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengungkapkan, pihaknya mengamankan senjata tajam yang digunakan pelaku di lokasi kejadian.

Dia memastikan, hasil penyelidikan dan penyidikan menunjukkan bahwa motif pelaku melukai mantan istrinya dan seorang bayi karena sakit hati digugat cerai. 

"Hasil putusan gugatan cerai sudah keluar beberapa waktu lalu. Pelaku sakit hati dan melukai kedua korban," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, DH alias Codot (31) warga Sumur, Kecamatan Brangsong tega melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya RS (27) dan bayi berinisial MAM pada 23 Mei lalu di rumah korban Desa Sumur, Brangsong.

Aksi tersebut dilakukan sendiri oleh DH dengan modus ingin menjenguk putra kandungnya yang kini tinggal bersama RS. 
.
Tersangka berhasil diamankan polisi pada 25 Mei di tempat persembunyiannya wilayah Perumahan Pondok Brangsong Desa Sidorejo.

Tersangka dijerat Pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dengan Luka Berat, dan Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved