Berita Nasional

Megawati Soekarnoputri: Aku Khawatir, Saat Aku Sudah Enggak Ada, Terus Piye Yo?

Megawati Soekarnoputri khawatir masa depan Indonesia jika dirinya meninggal dunia.  Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara kunci di

Editor: m nur huda
Capture youtube
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat webinar Cegah Stunting untuk Generasi Emas Indonesia yang disiarkan kanal YouTube Tribun Jateng, Kamis (17/3/2022). 

Tujuannya agar generasi muda memahami bangsa Indonesia ada karena Pancasila.

"Jadi bagaimana bapak-bapak rektor supaya ini dapat menjadi sebuah kurikulum yang mau tidak mau harus diutarakan supaya anak didik kita tahu bangsa ini terbentuk karena adanya Pancasila, itu perekat bangsa," katanya.

Megawati mengaku pernah bicara dengan Menteri Pendikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim yang menyusun kurikulum.

Megawati mengingatkan pudarnya upacara bendera setiap hari Senin di sekolah.

"Apakah masih ada semangat heroik. Saya ingin cita-citakan Indonesia Raya," tambahnya.

Megawati: Banyak Orang Pintar tapi Menjual Negaranya

Megawati Soekarnoputri menyebut banyak orang pintar tapi sayang menjual negara.

Oleh karena itu, katanya, sistem pendidikan tidak boleh hanya sekadar membuat masyarakat menjadi cerdas, tapi juga mencintai Indonesia.

"Yang namanya mencerdaskan bangsa itu bukan hanya mencerdaskan saja tetapi juga memasukkan semangat juang yang namanya cinta Indonesia. Itu banyak orang pintar tapi akhirnya menjual negaranya, gimana coba?," ujar Megawati saat menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) bertema "Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta" dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, Rabu, (1/6/2022).

Dalam seminar yang dihadiri para rektor berbagai perguruan tinggi itu, Megawati meminta agar masalah pendidikan di Indonesia benar-benar diperhatikan.

Dia lantas mencontohkan sistem pendidikan di China yang sejak dini menanamkan identitas diri sebagai rakyat Tiongkok.

Megawati juga menyinggung semangat Bushido yang ditanamkan sebagai nilai moral masyarakat Jepang.

"Di Tiongkok itu sistem pendidikannya benar-benar ala Tiongkok. Sejak awal diperkenalkan who are you, siapa kamu. Lalu Jepang dengan semangat Bushido-nya," ungkap Megawati.

Di sisi lain, menurutnya orang Indonesia sulit untuk menyatakan ke-Indonesiaan mereka. Terlebih saat ini masyarakat sering mengkotak-kotakkan berbagai hal melalui pandangan yang sempit.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved