Pemkab Sragen Ikuti Peluncuran Aplikasi Paijo GR

Pemprov Jateng mencanangkan Imunisasi Kejar menyongsong Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) serta peluncuran Aplikasi Paijo GR.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Pemkab Sragen ikuti peluncuran Aplikasi Paijo GR Kamis siang (2/6) di Gedung Gradhika Bakti Praja Setda Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan secara virtual. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemprov Jateng mencanangkan Imunisasi Kejar menyongsong Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)  serta peluncuran Aplikasi Paijo GR Kamis siang (2/6) di Gedung Gradhika Bakti Praja Setda Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan secara virtual.

Wakil Bupati Sragen Suroto dan perwakilan Forkopimda Sragen serta sejumlah OPD terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Dinas P2KBP3A Kabupaten Sragen, serta Forum Anak Sukowati (FORASI) mengikuti pencanangan secara virtual di ruang Command Center Setda Sragen

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Diah Suminar menyatakan, kegiatan ini perlu dilakukan karena pada masa pandemi ada sejumlah 1,7 juta anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap seperti BCG, Campak. Polio, DPT dan Hepatitis.

Untuk menyongsong Bulan Imunisasi Anak Nasional yang dijadwalkan Bulan Agustus untuk Pulau Jawa dan Bali, dan mengejar imunisasi MR, seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota mulai melakukan persiapan melalui micro planning dengan target sasaran sebanyak 2,069 juta anak. 

Yang menjadi perhatian dan diwaspadai saat ini, menurut dia, adalah Hepatitis akut yang masih belum diketahui penyebabnya. Karena itu, pihaknya tetap melakukan edukasi, pola hidup bersih dan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Kita sukseskan program ini karena kita tidak tahu penyakit apa yang akan muncul. Anak-anak kita prioritaskan untuk kita lindungi, " kata Gubernur Ganjar, Kamis (2/6/2022) 

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah baru saja membuat aplikasi berbasis android PAIJO GR dengan akronim Peningkatan Akses Layanan dan Informasi Kesehatan Jateng Online dengan Gotong Royong.

Aplikasi Layanan Kesehatan yang diintegrasikan dengan layanan Ecohold,  5Eng, PMI dan PEC 119 ini, di antara tujuannya untuk meningkatkan akses layanan gawat darurat sehari-hari seperti kecelakaan, bencana dan ibu melahirkan.

Harapannya  mampu menekan angka kematian Ibu dan mencegah kasus stunting.
Menurut Ganjar, saat ini anak-anak tengah menghadapi situasi yang sulit karena munculnya wabah penyakit menular yang menjangkiti.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Fanni Fandani mengatakan, Pencanangan BIAN di Kabupaten Sragen dilaksanakan bersamaan pada Kamis (2/6)  di  Puskesmas Kalijambe dan Puskesmas Karangmalang. 

Sasaran imunisasi kejar untuk anak usia 12-59 bulan yang belum lengkap seperti OPV,IPV dan DPT-HB-Hib. Sedangkan untuk Imunisasi BIAN bagi anak 9-59 bulan.
Dengan estimasi 48.854 anak.

Ia menambahkan, kegiatan BIAN meliputi dua kegiatan, yakni Iminusasi Tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak rubela tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Serta imunisasi Kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia.

“Pelaksanaan imunisasi kejar dapat terus dilakukan sesuai interval sampai status imunisasi balita lengkap meskipun kegiatan BIAN telah selesai, "katanya

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved