Berita Semarang

Tugu Muda Race 2022 Kembali Digelar Usai2 Tahun Vakum, Diikuti 1.037 Pesepeda dari Berbagai Daerah

Pemkot Semarang kembali gelar Tugu Muda Race 2022 usai 2 tahun vakum akibat pandemi. 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melepas para peserta Tugu Muda Race 2022, Minggu (5/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar Tugu Muda Race 2022 setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, Minggu (5/6/2022). 

Rute ajang kompetisi sepeda ini mengitari Sungai Banjir Kanal Barat mulai dari Jalan Bojong Salaman, Jalan Basudewo, Jalan Jenderal Sudirman, kembali ke Jalan Bojong Salaman.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melepas para peserta Tugu Muda Race 2022, Minggu (5/6/2022).
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melepas para peserta Tugu Muda Race 2022, Minggu (5/6/2022). (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

Ada 1.037 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, juga diikuti pesepeda asal Malaysia. 

Seorang peserta dari Johor Malaysia, Muhammad Razif mengaku senang bisa mengikuti Tugu Muda Race 2022. Ini merupakan kompetisi pertama yang ia ikuti di Indonesia. 

Menurutnya, kompetisi ini sangat bagus. Para penonton sangat support kepada para peserta. Dia merasa nyaman dengan antusiasme masyarakat serta suasana Kota Semarang yang sangat cantik. 

"Jalannya juga bersih, halus. Aspalnya cantik," ungkap Razif. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, animo Tugu Muda Race 2022 sangat luar biasa. Dia ingin, event tahunan ini busa digelar lebih meriah pada tahun berikutnya.

Ada beberapa hal yang harus dibenahi untuk membuat para peserta maupun penonton nyaman.

Misalnya, harus dipastikan jalan lebih baik. Kemudian, perlu ada tribun penonton agar bisa leluasa menyaksikan jalannya pertandingan. Dari segi hadiah juga perlu ditingkatkan. 

"Setelah event selesai, beberapanhal perlu dibenahi. Saya rasa kalau peserta nyaman, tahun depan pasti lebih banyak yang ikut Tugu Muda Race," terang Hendi, sapaannya. 

Lebih lanjut, Hendi menyampaikan, event ini tentu dapat meningkatkan pariwisata di Kota Semarang mengingat 60 persen peserta berasal dari luar kota.

Dengan demikian, dapat mendongkrak perekonomian di ibu kota Jawa Tengah. 

"Banyak peserta luar kota mencapai 60 persen. Pasti butuh penginapan, makan, ini mendongkrak ekonomi Kota Semarang," ujarnya. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Fravarta Sadman menambahkan, antusiasme peserta tahun ini memang sangat luar biasa karena sudah dua tahun tidak ditiadakan.

Tidak hanya diikuti oleh para pesepeda Kota Semarang, melainkan juga berbagai daerah Jaw Tengah, Banten, Bali, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Malaysia. 

Setidaknya, ada 13 kategori diantaranya kategori tim, anak-anak, master, pembalap nasional, dan lainnya. Total hadiah sebesar Rp 211 juta.

Ke depan, pihaknya akan semakin meningkatkan ajang ini agar lebih baik lagi. 

"Tahun depan harus kami tingkstkan. Setelah pelaksanana ini, kamii evakuasi, salah satunya usulan Pak Wali dibuatkan tribun sehingga jarak pandang lebih luas," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved