Berita Semarang

Cegah dan Kendalikan Hipertensi untuk Kualitas Hidup Lebih Baik Ala Dokter Pipin Ardhianto

Dokter Pipin Ardhianto membagikan rahasia mencegah dan mengendalikan hipertensi.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Dok. Humas Undip
Dokter Pipin Ardhianto, Sp.JP(K), FIHA, selaku dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro (Undip) 

"Faktor risiko yang tidak dapat diubah diantaranya adalah jenis kelamin, umur, dan faktor keturunan," ungkapnya.
Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah diantaranya adalah merokok, obesitas, tidak beraktivitas fisik rutin, konsumsi natrium berlebih, konsumsi kalium rendah, dan alkohol.

Dokter Pipin mengatakan, penelitian pada masyarakat di Indonesia menemukan bahwa tingginya asupan garam (natrium) merupakan penyebab terbanyak.

Natrium terdapat di hampir semua jenis masakan dan makanan yang populer di Indonesia.
Kandungan natrium semakin tinggi pada penggunaan penyedap rasa yang berlebihan, makanan cepat saji, sereal cepat saji, minuman kemasan rasa buah, jus kemasan, bumbu masak instan, produk susu terutama keju dan mentega, makanan laut seperti kepiting, udang, cumi, kerang, ikan laut kalengan, sedangkan ikan laut segar tidak memiliki kadar natrium tinggi, mie instan, dan sebagainya.

"Sebagai patokan adalah, makanan kemasan dan atau instan hampir pasti memiliki kadar natrium tinggi," imbuhnya.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat untuk menghindari sekuat mungkin konsumsi makanan tersebut mampu mencegah hipertensi dan khususnya bagi pasien hipertensi merupakan terapi utama, selain obat obatan tentunya.

“Upaya lain yang dapat dilakukan adalah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga rutin. Olahraga aerobik sederhana seperti jalan, jogging, lari, sepeda, renang secara rutin terbukti mampu mencegah dan mengendalikan hipertensi," pesan Pipin.

Selain pilihan olahraga, dianjurkan juga berolahraga dengan frekuensi minimal 3 kali dalam satu pekan, masing masing minimal 30 menit.

Jika tidak sempat, kegiatan fisik lain seperti memotong rumput, membersihkan selokan, mencuci mobil, atau kegiatan lain yang berkeringat dapat juga dilakukan.

Namun, ada beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari pada pasien dengan hipertensi seperti, menyelam, angkat besi, hingga lari sprint cepat.

“Penderita hipertensi yang sudah di diagnosa oleh dokter sebaiknya tetap mengikuti anjuran para dokter untuk kontrol rutin, mengonsumsi obat yang diberikan, dan yang utama adalah melakukan upaya perubahan pola hidup terus menerus kearah yang lebih sehat," tegasnya.

Ia juga menekankan, obat yang rasional pada pasien dengan hipertensi bertujuan juga untuk melindungi organ vital tubuh seperti ginjal sehingga masyarakat tidak perlu takut bahwa obat hipertensi akan merusak ginjal.

Bahkan sebaliknya penggunaan lama obat hipertensi pada pasien hipertensi akan menjaga lebih lama fungsi ginjal dibandingkan apabila hipertensi tidak diobati. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved