Berita Sragen

19 Kecamatan di Sragen Merah, 377 Sapi Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Wabah PMK menyebar pada hampir semua kecamatan di Sragen. Dari 20 kecamatan di Sragen, hanya Kecamatan Jenar yang saat ini menunjukkan nol kasus PMK.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
khoirul muzaki
Petugas mengecek kondisi kesehatan sapi untuk antisipasi penyebaran PMK di Sragen, Senin (6/6/2022)  

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kian merata di Kabupaten Sragen.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen menunjukkan, hingga Senin (6/6/2022), tercatat 377 kasus sapi di Kabupaten Sragen terinfeksi PMK.

Dari jumlah itu, 75 sapi sembuh, 5 sapi mati, dan 24 sapi dipotong.

Wabah PMK menyebar pada hampir semua kecamatan di Sragen. Dari 20 kecamatan di Sragen, hanya Kecamatan Jenar yang saat ini menunjukkan nol kasus PMK. Sebelumnya, di Kecamatan Jenar terdapat satu kasus PMK, tetapi kemudian dinyatakan sembuh sehingga menjadi nihil kasus.

Melihat peta persebaran kasus PMK di Sragen, seluruh kecamatan di Sragen bewarna merah pertanda wilayah itu terdapat kasus PMK. Hanya Kecamatan Jenar yang diwarnai hijau.

Paling banyak sebaran kasus PMK di Kecamatan Sumberlawang dengan 34 kasus, disusul Miri 23 kasus, Gondang 21 kasus, Kedawung 16 kasus, dan Gemolong 15 kasus. Kasus PMK terendah saat ini berada di Kecamatan Tangen dan Sambirejo, masing-masing 2 kasus disusul Kecamatan Gesi dan Sragen dengan 3 kasus.

Pemkab Sragen sudah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran PMK. Mengingat daerah ini termasuk sentra pengembangbiakan sapi. Seluruh pasar hewan ditutup mulai 31 Mei hingga 12 Juni mendatang.

Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Perikanan Sragen, Toto Sukarno mengatakan, pihaknya juga terus mengedukasi warga agar ikut menekan penyebaran wabah PMK di lingkungan mereka, di antaranya dengan tidak menjual sapi PMK dan mengarantinanya di kandang sampai sembuh.

"Jangan memasukkan sapi baru ke kandang yang sudah ada sapinya. Nanti sapi yang sudah lama ketularan," katanya.

Karanganyar

Sementara itu, di Kabupaten Karanganyar, 7 sapi yang sempat terkena PMK kini telah membaik. Dari 7 sapi itu, 2 sapi milik warga Kecamatan Kebakkramat dan sisanya milik warga Kecamatan Tawangmangu.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Heri Sulistyo menyampaikan, hingga saat ini belum ada laporan lagi ke dinas adanya ternak yang mengalami gejala PMK. "Kalau 7 ekor sapi itu kini sudah sembuh," kata Heri, Senin.

Dia menjelaskan, pemberian antibiotik dan vitamin kepada ternak yang mengalami gejala PMK dilakukan dalam rangka menjaga kekebalan tubuh dari ternak. Saat ini dinas tengah melakukan penyemprotan desinfektan bekerja sama dengan Badn Penanggulangan Bencana (BPBD) di sejumlah kandang komunal di Karanganyar sebagai upaya antisipasi dan pencegahan PMK.

"Tadi (Senin kemarin—Red) penyemprotan di Pandeyan Tasikmadu, besok (Selasa hari ini) di Popongan (Kecamatan Karanganyar)," ucapnya. (aqy/ais/TRIBUNJATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved