Niat Mulia Noviawan Rendra Latih Anak Panti Asuhan Karuna Sukoharjo Main Basket

Melalui bakset, Noviawan Rendra Wisnuwardana ingin mencetak masa depan anak-anak yang berada di Panti Asuhan Karuna, Gentan, Sukoharjo.

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Melalui bakset, Noviawan Rendra Wisnuwardana ingin mencetak masa depan anak-anak yang berada di Panti Asuhan Karuna, Gentan, Sukoharjo.

Pria yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Humble Basketball Academy ingin melihat bibit-bibit atlet masa depan yang lahir dari panti asuhan tersebut.

Saat ditemui Tribun Jateng, Rabu (8/6/2022) sore, dia bersama 21 anak yang rata-rata berusia masih sangat muda akan memulai latihan rutin.

Noviawan mengatakan pelatihan bersama anak panti atau charity class untuk Panti Asuhan Karuna merupakan program untuk mengembangkan segmen basket ke seluruh lini.

Dia menyampaikan, anak-anak panti asuhan merupkan aset bangsa yang harus diperhatikan untuk berkembang termasuk memberi motivasi.

Dalam perjalanan anak-anak bakal membawa semangat dan dorongan untuk meraih masa depan mereka.

“Setiap Rabu sore kami berada di panti asuhan, kalau akhir pekan Sabtu dan Minggu kami memberi pelatihan gratis dan jersey gratis untuk anak-anak keluarga kurang mampu. Pelatihan di Lapangan SMA Batik 2 Solo,” ungkapnya.

Dia menuturkan, program latihan menggunakan program yang sangat serius yakni kerjasama dengan Next Level Indonesia yang dimiliki Coach Mosses pelatih berpengalaman di Australia dan Amerika.

Noviawan memastikan program berbagi itu dikerjakan tidak main-main karena Humble Academy berharap banyak pada anak-anak itu.

“Tentunya semangat meraih masa depan bersama dengan attitude dan budi pekerti. Semoga di seluruh aspek olahraga bisa masuk. Kami menghadirkan pelatih berpengalaman di Indonesia,” terangnya.

Noviawan mengatakan program berbagi itu sudah dimulai sejak Maret 2022 kemarin. Humble Academy pun juga menghadirkan sosok-sosok insipiratif seperti Thatit Paksi yang merupakan seniman.

“Secara aspek basket semoga dari basket bisa membawa mereka menuju masa depan baik. Seperti beasiswa hingga perguruan tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, Humble Academy merupakan akademi basket yang sama pada umumnya. Namun idealisme membawanya untuk mengenalkan basket di luar lini yang jarang disentuh. Basket dapat membawa kebaikan, menolong dengan kebaikan yang dikerjakan.

Dia berharap dapat mendapat dukungan dari pemerintah untuk dapat berkegiatan leluasa dan dapat lebih banyak lagi panti asuhan yang tersentuh.

Sementara itu, Valencia Nurak (15) salah satu anak panti asuhan mengucapkan syukur atas adanya pelatihan basket.

“Saya merasa mendapat kesempatan untuk belajar, menggali talenta yang diberi Tuhan di tempat ini,” terangnya.

Dia mengaku sangat senang bisa bermain dan berlatih secara rutin.

Hal yang membuat Valencia semakin senang yakni bisa bermain bersama teman-teman setiap sore. Besar harapannya untuk menjadi atlet basket profesional di masa depan. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved