Berita Sragen

Dapat Skor Tinggi Penilaian Kemen PPPA, Bupati Yuni Berharap Sragen Raih KLA Tingkat Nindya

Bupati Sragen berharap Sragen dapatkan penghargaan Kota Layak Anak tingkat Nindya. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Verifikasi lapangan hybrid KLA 2022 di ruang Sukowati Sragen, Kamis (9/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bupati Sragen dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap Sragen mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nindya. 

Hari ini, Kamis (9/6/2022) pemerintah sedang melakukan verifikasi lapangan hybrid KLA 2022 untuk Kabupaten Sragen. 

Yuni mengatakan, pihaknya sebelumnya sempat melakukan verifikasi secara mandiri dengan merujuk indikator KLA. 

Dari situ didapati poin dengan nilai 878,95. Sementara hasil verifikasi Kemen PPPA, Sragen mendapat nilai 735,70. 

Hasil penilaian mandiri dan oleh Kemenangan PPPA itu, menurut dia, tidak terpaut jauh. Ini menandakan pihaknya dalam melakukan penilaian sudah sesuai dengan kondisi riil di lapangan. 

"Gak terlalu tinggi gap nya. Kami berusaha isi yang sebenarnya, sesuai situasi di Sragen, " katanya, Kamis (9/6/2022) 

Yuni mengatakan, melihat nilai yang diraih Sragen dari hasil verifikasi Kemenangan PPPA dengan poin 735,70, sebenarnya sudah menempatkan Sragen layak mendapat predikat KLA tingkat nindya. 

Pihaknya tinggal menunggu hasil verifikasi lapangan hybrid KLA hari ini oleh Kemen PPPA, Kamis (9/6/2022). 

Yuni mengungkapkan, perjalanan untuk mendapatkan predikat KLA mulai tahun 2008 sampai 2021, dari predikat KLA tingkat Pratama hingga Madya dilalui dengan kerja keras. 

Meski dilanda pandemi Covid 19 yang memengaruhi arah pembangunan daerah, pihaknya tetap berusaha memenuhi indikator pembangunan yang berpihak pada pemenuhan hak dan perlindungan anak. 

Perjalanan kla mulai 2008 sampai 2021 dr pratama ke madya. Dan hasil kerja keras, walau masuki pandemi upaya maksimal usaha memenuhi indikayor pembangunan dpt berpohak pemenuhan perlindungan hal anak. 

Berbagai inovasi tetap dilakukan meski di tengah pandemi. Ini semata agar Sragen berhasil meraih KLA tingkat nindya, bahkan paripurna untuk ke depannya. 

Meski ia pada dasarnya, ada atau tidak penghargaan itu, kata dia, sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memenuhi hak dan perlindungan terhadap anak. 

Ia pun berharap, penghargaan itu akan dibarengi dengan perhatian pemerintah pusat untuk menggelontorkan Dana Intensif Daerah (DID) untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Sragen. 

"Semoga dapat DID," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved