Berita Duka

Ini Kata Mereka, Mengenang Sosok Almarhum Gus Luthfi Thomafi, Kiai Intelektual Asal Rembang

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengenang almarhum KH M Luthfi Thomafi sebagai sosok kiai karismatik yang lahir dari keluarga kiai juga.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Prosesi pemakaman KH M Luthfi Thomafi di Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Kamis (9/6/2022) siang. 

Lulusan S2 IAIN Kudus Jurusan Manajemen Pendidikan Islam ini lahir di Rembang, 28 September 1977.

Sosok kiai intelektual ini kerap membagikan pemikirannya dalam bentuk tulisan.

Misalnya, belum lama ini ia menulis mengenai polemik tentang kebijakan Menteri Agama tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid.

Gus Luthfi Thomafi menulis di alif.id artikel bertajuk "Penggunaan TOA dalam Diskursus Fikih Islam: Telaah Singkat atas Pemikiran Syekh Utsaimin tentang Penggunaan TOA saat Salat."

Menurut dia, orang-orang yang marah dengan adanya kebijakan pengaturan volume pengeras suara di masjid terlambat 40 tahun lebih.

Syekh Utsaimin pernah membahas persoalan ini dalam salah satu kitab yang ditulisnya.

Dalam artikel tersebut, dia menulis bahwa Syekh Utsaimin memberi nasihat pada masyarakat untuk mengambil keputusan bijak dengan memperhatikan orang-orang yang merasa terganggu dengan penggunaan pengeras suara saat beribadah.

"Jika Syekh Utsaimin, yang selama ini dihormati masyarakat Wahabi Indonesia, berani dengan bijak melarang penggunaan toa saat salat, tentu sudah sangat benar jika Kemenag mengatur penggunaan toa untuk azan," tulis Gus Luthfi Thomafi.

Di akhir artikel tersebut, dia meminta Kemenag untuk lebih tegas dan berani membuat aturan tentang mubaligh-mubaligh yang kerap menyebarkan kebencian dalam khotbah mereka.

Hal ini untuk menjaga kenyamanan dan kedamaian. (*)

Baca juga: TMMD Sengkuyung di Desa Semampir Batang Sudah Selesai, Ini Hasilnya Selama Pelaksanaan 30 Hari

Baca juga: Ridwan Kamil: Insya Allah Jenazah Eril Tiba Hari Minggu dan Dimakamkan Hari Senin

Baca juga: Inilah 7 Kecamatan di Karanganyar dengan Kasus Sapi Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku

Baca juga: WHO Minta Orang Bergejala Monkeypox Mengisolasi Diri, Jumlah Kasus Lebih dari 1.000

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved