Berita Otomotif

Harga Mobil Bekas Lagi Tinggi di Semarang, Imbasnya Penjualan Makin Melesu

Kenaikan harga mobil di Kota Semarang memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan mobil bekas di showroom.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Seorang warga sedang melihat beberapa mobil bekas yang dipajang di Carsentro Semarang, Senin (13/6/2022). 

"Biasanya harga mobil bekas turunnya 30 persen dari harga mobil baru," imbuhnya.

Pelaku usaha jual-beli mobil bekas lain, Manager Dito Motor Semarang, Aga Wibawa mengungkapkan, dibandingkan saat Covid-19 merebak, penjualan mobil saat ini memang cenderung melesu.

Hal itu terlihat dari penjualan momen jelang Lebaran tahun ini yang berbeda dari sebelumnya.

Menurut Aga, terjadi penurunan penjualan hingga 50 persen.

"Penjualan dulu (naik) 50 persen, bisa."

"Ibarat jualan 10 unit bisa 20 unit."

"Tapi Lebaran tahun ini tidak seperti tahun kemarin."

"Kemudian setelah Lebaran ini juga, trennya sepi, agak lesu," terang Aga kepada Tribunjateng.com, Senin (13/6/2022).

Menurut Aga, naiknya harga mobil saat ini menjadi penyebab utama sepinya penjualan.

Disebutkan, terjadi kenaikan cukup signifikan hingga membuat para pelaku jual-beli kebingungan menghadapi tingginya harga.

"Harga (mobil bekas) setelah Covid-19 (reda) naik."

"Kalau kenaikan bergantung mobilnya."

"Misal, dulu sebelum Covid-19 bisa capai 100, kemudian Covid-19 turun sampai 50 persen."

"Setelah Covid-19 ini, naik lagi 100."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved