Berita Semarang

Siswa SMK Disiapkan Hadapi Perkembangan Teknologi, Mencetak Talenta Digital Berbasis Proyek

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disiapkan menghadapi perkembangan teknologi.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disiapkan menghadapi perkembangan teknologi.

Untuk itu, Learning X, penyelenggara pendidikan teknologi bekerja sama dengan sekolah vokasi dan SMK untuk bisa mencetak talenta digital Indonesia.

Seminar bertajuk, 'Menyiapkan Jutaan Talenta Digital Indonesia dengan Kurikulum Merdeka' diadakan di Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada Jumat (10/6/2022).

Learning X merupakan platform berbasis aplikasi yang mengadopsi pembelajaran vokasi di Korea Selatan untuk diterapkan di Indonesia.

Choi Min sebagai Direktur Utama PT Learning X International menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan performa platform agar sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman."Kami ingin memberi bantuan jangka panjang dibanding bantuan jangka pendek," ungkapnya.

Adapun bantuan tersebut ditargetkan bisa menjangkau puluhan ribu siswa di Indonesia melalui manfaat aplikasi yang ditawarkan.

"Selain itu kami juga membutuhkan mentor atau guru untuk mendampingi belajar siswa agar terarah," tambahnya.

Pada kesempatan ini Wikan Sakarinto, ST, MSc, PhD Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) periode 2020-2022 dan Pakar Pendidikan Vokasi di Indonesia menyatakan platform tersebut nantinya akan memberikan pembelajaran Teknologi Informasi kepada pelajar SMK.

"Targetnya ratusan bahkan ribuan siswa SMK yang akan ikut dalam Learning X dan Learning X berasal dari Korea Selatan, dan harapannya nantinya mereka bisa mendapatkan pelatihan hingga ke Korea Selatan," paparnya.

Selain sebagai platform pembelajaran TI bagi siswa SMK, Learning X juga menghadirkan pembelajaran berbasis proyek dan magang.

Wikan menegaskan konsep tersebut dirasa pas dengan konsep Kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh Kemdikbud Ristek.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Totok, BEng (HONS), MT, IPU, ACPE, selaku Rektor Polines menyatakan ia merupakan anak yang terlahir dari sekolah vokasi.

Sejak menempuh level pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), Prof Dr Totok memilih pendidikan Sekolah Teknik Menengah (STM), kemudian melanjutkan ke Fakultas Teknik (FT) Polines angkatan pertama.

Ia berharap Learning X dapat membimbing para guru di Jawa Tengah agar semakin kompeten dan pihaknya pun menyediakan lokasi bisnis satu lantai.

"Polines memiliki 5 jurusan dengan 27 program studi; 12 program studi diploma 3, 14 program studi diploma 4, dan 1 program studi master," terangnya.

Prof Dr Totok menambahkan saat ini pihaknya telah menyiapkan program studi magister lainnya dengan harapan guru SMK yang merupakan lulusan sarjana terapan politeknik mendapatkan bekal ilmu maksimal untuk peserta didik mereka.

"Kami nanti akan mengawali dan mengajak ibu-bapak untuk melihat Learning X seperti apa dan ami sangat mendukung program ini," pesannya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved