Berita Semarang

Cerita Rois, Pendiri Panti Asuhan Rawat Puluhan Bayi Hasil Hubungan Gelap di Semarang

SUARA tangis dan tawa canda anak-anak bersahutan menyeruak di Panti Asuhan Manarul Mabrur. Panti asuhan itu berada di Jalan Shirothol Mustaqim, Pudakp

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah anak tengah bermain di Pantai Asuhan Manarul Mabrur di Jalan Shirothol Mustaqim, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang. 

"Sampai sekarang ada hampir 80 anak yang masuk KK saya. Ya mereka saya rawat," jelasnya.

Dicibir Warga

Walaupun tindakan Rois mulia dan membantu bayi serta balita, namun tak jarang ia dicibir oleh orang lain. Bahkan Rois dianggap mendukung tindak maksiat.

"Biarkan saja, semua orang pernah mengalami kesalahan. Tapi anak-anak ini tidak pernah minta dilahirkan dari rahim wanita tanpa suami sah. Anak-anak ini tidak bersalah. Jadi seharusnya mereka mendapat hak hidupnya," terang Rois.

Menyoal biaya, Rois mengaku terus mengusahakan lewat berbagai cara untuk merawat puluhan anak-anak tersebut.

"Tapi saya tidak pernah mengemis, dan tidak membuat proposal. Alhamdulillah ada saja yang membantu. Bahkan anak-anak yang saya rawat dan sudah dewasa kini ikut membuntu di sini," imbuhnya.

Ditambahkannya, ia bahagia kala melihat anak-anak yang ia rawat bisa mandiri.

"Beberapa sudah bekerja, bahkan ada yang kuliah," tuturnya.

Apakah ada orang yang ingin mengadopsi? Banyak.

"Beberapa anak di sini tidak boleh diadopsi karena wanita yang melahirkan melarangnya. Mereka juga bilang mau mengambil lagi anak tersebut. Jadi saya rawat semampu saya entah sampai kapan ibu mereka datang kembali," kata Rois sambil melihat anak-anak yang sedang bermain. (Budi Susanto/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved