Fokus
Fokus: Bagong Mogok
Di dalam mogok ada hikmah. Kendati mulanya mengundang kesal, apalagi saat menempuh perjalanan penting.
Penulis: sujarwo | Editor: m nur huda
Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Sujarwo
TRIBUNJATENG.COM - Di dalam mogok ada hikmah. Kendati mulanya mengundang kesal, apalagi saat menempuh perjalanan penting.
Seorang pengendara mobil ungkap pengalamannya di Facebook. “Mobil saya sering mogok di jalan raya. Ketika saya berhenti dan melambaikan tangan kepada orang-orang, tak ada satu pun yang ingin membantu saya.”
Tapi, lanjutnya, “Ketika saya mendorong mobilnya sendiri, beberapa orang mulai berdatangan untuk membantu saya. Jika kamu menginginkan bantuan, bantulah dulu dirimu sendiri.”
Ada lagi tentang bagong mogok (BM). Bagong di sini adalah babi dalam Bahasa Sunda. Dijadikan nama sebuah komunitas sosial di Jawa Barat yang memiliki 13 koordinator wilayah (korwil). Bagong mogok, kata Ketua Korwil XIII BM Majalengka H Nanang Kosim, menggambarkan babi yang terluka oleh pemburu dan posisinya terpojok.
Tidak ada lagi tempat maupun bantuan untuk meloloskan diri. Dengan cara bertempur sekuat tenaga hingga titik darah penghabisan, dan bagi pemburu yang ahli, situasi bagong dalam keadaan mogok lebih berbahaya daripada menghadapi macan.
“Lalu kenapa komunitas yang kami bentuk memilih nama bagong mogok, hal tersebut berawal dari keprihatinan kami dengan kondisi sosial masyarakat. Saat ini banyak saudara kita yang sangat kekurangan tidak punya pekerjaan, tidak punya lahan tidak punya rumah, bahkan untuk sekadar makan pun susah. Tragisnya lagi bantuan dari pemerintah terkadang tidak sampai kepada mereka, dengan berbagai macam alasan.”
“Untuk itulah kami meminjam semangat bagong mogok yang akan sekuat tenaga membantu mereka yang tertimpa kesusahan, dan terpojok hidup,” papar Nanang kepada sebuah media lokal, Minggu (7/2/2021).
Itu filosofi plusnya bagong mogok. Kalau dalam pewayangan sendiri, menguitp berbagai literatur, Bagong salah satu anggota punakawan yang terkenal dengan kelucuannya dan memiliki watak yang sok tahu.
Wujudnya yang mirip Semar ternyata memiliki filosofi tersendiri. Dalam pentas pewayangan, tokoh Bagong seringkali sebagai penghias jalannya cerita sehingga cerita wayang tidak berjalan monoton dan penuh dengan variasi.
Kendati Bagong tak memiliki kekuatan sakti seperti tokoh wayang lainnya, namun ia merupakan seorang lurah yang sangat merakyat dan hidup bersama rakyat kecil. Hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada Pandawa, dan para kesatria pun seperti halnya Arjuna tidak segan untuk meminta nasihat kepada dirinya.
Apa jadinya jika Bagong mogok memberi nasihat. Para kesatria layak kontemplasi, mencari jawaban terdalam, demi menjaga keharmonisan jagad pewayangan.
Di negeri ini, besok, kalau benar terjadi, para buruh akan mogok nasional. Ini mengacu ancaman Presiden Partai Buruh Said Iqbal apabila Omnibus Law Cipta Kerja kembali dibahas oleh DPR. Seperti diketahui, masih ada beberapa poin dalam Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh/pekerja,
"Kalau tidak didengar, lalu Omnibus Law Cipta Kerja disahkan oleh pemerintah dan DPR, maka mogok nasional, stop produksi, 5 juta buruh akan terlibat," kata Said saat konferensi pers seperti dikutip Kompas.com, Senin (13/6/2022). Menurut dia, mogok itu akan dilaksanakan Rabu (15/6/2022) mendatang.
Omnibus Law Cipta Kerja, lanjut Said, seharusnya dibahas dengan melibatkan partisipasi publik yang bermakna, dan bukan dengan cara menutup-nutupi dan kejar tayang seperti sebelumnya.
Nah, kestaria seperti Arjuna saja tak sungkan minta nasihat Bagong. (*/TRIBUN JATENG CETAK)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)