Berita Pekalongan

MTQ Tingkat Pelajar dan Umum Kembali digelar, Bupati Fadia: Menang Kalah Urusan Belakangan

Pemkab Pekalongan kembali gelar MTQ Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memberikan sambutan di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan di Gedung Islamic Centre, Kedungwuni, Selasa (14/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan kembali menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang sempat ditiada

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memberikan sambutan di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan di Gedung Islamic Centre, Kedungwuni, Selasa (14/6/2022).
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memberikan sambutan di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan di Gedung Islamic Centre, Kedungwuni, Selasa (14/6/2022). (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

kan selama 3 tahun karena pandemi Covid-19, akhirnya dapat kembali diselenggarakan di Gedung Islamic Centre, Kedungwuni, Selasa (14/6/2022).

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan, apresiasi atas teselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, seluruh peserta merupakan anak-anak terpilih, walaupun baru berstatus sebagai peserta saja.

Tetapi sudah merupakan sesuatu yang patut dibanggakan, karena menunjukkan anak tersebut bisa membaca Alquran dengan baik serta merupakan sebuah prestasi telah menjadi perwakilan dari sekolah atau Kecamatan yang diwakilinya.

"Dari ratusan atau ribuan anak di Kabupaten Pekalongan ini, anak-anakku semuanya yang terpilih hari ini merupakan anak-anak yang luar biasa," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kepada Tribunjateng.com.

Pada kesempatan itu Fadia juga menunjukkan dukunganya dengan meminta para peserta untuk tampil percaya diri.

"Jangan takut, jangan minder, harus berani. Karena kalau sepintar apapun dan juga jago seperti apapun, latihan kayak apapun kalau minder itu susah nanti," imbuhnya.

Pihaknya berpesan, agar para peserta tidak perlu terlalu memikirkan hasil akhir dari perlombaan MTQ tersebut.

Kemudian yang terpenting peserta berani menunjukkan kemampuan dalam lomba MTQ, serta tumbuh rasa percaya diri dalam diri peserta.

"Menang kalah urusan belakangan yang penting lomba dulu dan tidak minder dulu," ucapnya.

Melalui kegiatan MTQ yang diselenggarakan, Fadia berharap anak-anak di Kabupaten Pekalongan dapat menunjukkan kemampuannya membaca Al-Qur’an, sehingga akan ditemukan bibit-bibit berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional.

"Saya akan memberikan insentif kepada para Hafidz dan Hafidzoh di Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 500 ribu per orang. Melalui insentif tersebut, diharapkan semboyan Kota Santri dapat terus ditegakkan dan anak-anak Kabupaten Pekalongan bisa membaca Al-Qur’an," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Subagyo mengatakan, kegiatan MTQ diikuti sebanyak 297 peserta yang terdiri atas 211 peserta pelajar dan 86 peserta umum.

"Peserta kategori pelajar diikuti oleh pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA putra putri dari 19 Kecamatan. Sedangkan dari kategori peserta umum diikuti oleh peserta anak, remaja dan dewasa putra dan putri. Nantinya seluruh peserta akan berkompetisi dalam beberapa cabang perlombaan," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved