Operasi Patuh Candi 2022

Hari Ketiga Operasi Patuh Candi 2022, Satlantas Polres TegalTindak Ratusan Pelanggar Lalu Lintas

Belum genap memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2022, Satlantas Polres Tegal berhasil menindak ratusan pelanggar lalu lintas

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto anggota Satlantas Polres Tegal melaksanakan kegiatan operasi patuh candi 2022 di perempatan lampu merah dekat Pasar Trayeman Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Belum genap memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2022, Satlantas Polres Tegal berhasil menindak ratusan pelanggar lalu lintas melalui E-TLE atau tilang elektronik Go-Sigap.

Informasi tersebut, disampaikan oleh KBO Satlantas Polres Tegal, Ipda Puspa Mayangsari, saat ditemui Tribunjateng.com di lokasi pelaksanaan operasi patuh candi 2022 di perempatan Pasar Trayeman Slawi, Rabu (15/6/2022).

Adapun operasi patuh candi kali ini, Satlantas Polres Tegal melaksanakan kegiatan secara preemtif yaitu seperti membagikan brosur aturan berlalu lintas kepada masyarakat, pemasangan stiker, banner, dan lain-lain.

Sementara jika ada penindakan, menurut Ipda Mayang dilakukan secara elektronik melalui E-TLE mobile Go-Sigap.

Tapi jika ditemukan pelanggaran seperti pengendara memasang knalpot brong atau tidak sesuai standar, overload penumpang, tidak memakai helm, maka akan langsung dilakukan penindakan di tempat.

"Kalau jumlah penindakan yang sudah kami laksanakan menggunakan E-TLE mobile Go-Sigap dari hari pertama sampai sekarang ini hampir 300 pelanggar. Padahal hasil tersebut diperoleh belum genap tiga hari pelaksanaan operasi patuh candi 2022," ungkap Ipda Mayang, pada Tribunjateng.com, Rabu (15/6/2022).

Dari ratusan pelanggar tersebut, dikatakan KBO Lantas paling banyak didominasi karena tidak memakai helm, knalpot tidak standar atau menggunakan knalpot brong, melanggar marka jalan, pengendara sepeda motor berboncengan melebihi kapasitas, dan lain-lain.

Melihat perolehan hasil sementara penindakan, Ipda Mayang menyebut bahwa termasuk tinggi karena sudah mencapai ratusan pelanggar lalu lintas.

"Selain melaksanakan kegiatan di lokasi atau turun langsung ke lapangan, kami juga mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai lalu lintas terutama operasi patuh candi 2022 ke sekolah-sekolah, radio, videotron, dan sarana lainnya," jelas KBO Lantas.

Sementara itu, salah satu warga yang kedapatan melanggar lalu lintas, Syaifuddin, mengaku tidak mengetahui jika sedang berlangsung operasi patuh candi di wilayah hukum Polres Tegal.

Sehingga ia dengan santainya mengendarai sepeda motor dari arah rumahnya di Adiwerna menuju Slawi tidak mengenakan helm.

Selain itu, Syaifuddin juga kedapatan tidak membawa surat atau identitas kendaraan seperti STNK dan SIM.

Alhasil, ia pun langsung diberhentikan oleh petugas dan dimintai keterangan mengenai surat-surat dan lain-lain.

Karena tidak membawa surat-surat dan tidak mengenakan helm, alhasil Syaifuddin langsung ditindak di tempat.

"Tadi dari rumah rencananya mau ke pasar sebentar ada perlu. Eh pas di perempatan lampu merah dekat pasar Trayeman ternyata ada cegatan dari polisi. Yasudah saya langsung diberhentikan dan diminta menepi. Jujur saya tidak tahu misal ada operasi patuh candi ini, tidak mengikuti. Ya kena tilang, karena saya tidak pakai helm, ditambah SIM dan STNK saya juga tidak bawa. Tadi dimintai data diri dan motor saya dibawa ke Polres," ujar Syaifuddin. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved