Berita Sragen

Animo Berkurban Umat Islam Sragen di Tengah Wabah PMK

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum mereda menjelang Hari Raya Idul Adha. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Sapi di kandang peternakan Kelurahan Sragen Wetan, Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum mereda menjelang Hari Raya Idul Adha. 

Di Kabupaten Sragen, lalu lintas hewan ternak dibatasi, di antaranya dengan penutupan pasar hewan. 

Padahal menjelang hari kurban, biasanya lalu lintas hewan kurban, baik masuk atau keluar daerah mulai padat. 

Tapi sepertinya, wabah PMK tak begitu berpengaruh terhadap permintaan hewan kurban umat muslim.  Kurban bagian dari ibadah yang setiap tahun dilaksanakan. 

Di Indonesia, hewan yang dikurbankan umumnya kambing, domba dan sapi

Merebaknya wabah PMK pada ternak, khususnya sapi tidak melunturkan semangat umat Islam untuk berkurban. 

Seperti di Perumahan Margoasri, Sragen. Warga di perumahan itu masih antusias berkurban seperti tahun sebelumnya. 

Bahkan, meski hari kurban masih cukup lama, sudah banyak warga yang mendaftar untuk ikut kurban. 

"Sudah ada yang mendaftar untuk 20 ekor sapi, "kata Dodo, takmir masjid masjid Perumahan Margoasri, Karangmalang, Sragen, Kamis (16/6/2022) 

Santoso, peternak sapi asal Kelurahan Sragen Wetan pun mengakui wabah PMK tidak memengaruhi permintaan sapi kurban di masyarakat. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved