Berita Pekalongan

Pemkab Toraja Utara Studi Tiru Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Pekalongan

Pemkab Toraja Utara studi tiru terkait penanganan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) di ruang rapat Bupati Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) melakukan studi tiru, terkait penanganan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Rombongan studi tiru Pemkab Torut diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, bersama sejumlah perwakilan OPD di Kabupaten Pekalongan di ruang rapat Bupati Pekalongan.

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) di ruang rapat Bupati Pekalongan.
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) di ruang rapat Bupati Pekalongan. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mengatakan, kunjungan studi tiru dari Kabupaten Toraja Utara bertujuan untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai, tata kelola manajemen penuntasan kemiskinan melalui inovasi laboratorium kemiskinan yang merupakan program unggulan Kabupaten Pekalongan.

"Harapannya saya, agar kegiatan ini tidak berlangsung sebagai seremonial saja. Tetapi juga, sebagai sarana belajar antar daerah."

"Kami juga ingin belajar dari kawan-kawan Toraja itu seperti apa, kita bisa saling sharing," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, Rabu (15/6/2022).

Pihaknya mengungkapkan, pada pertemuan tersebut tidak hanya membahas laboratorium kemiskinan saja, tetapi juga mengenalkan aplikasi kudu sekolah.

Menurutnya, laboratorium kemiskinan berkaitan erat dengan Aplikasi Kudu Sekolah. Bahwa selain tingginya kemiskinan, Pemkab Pekalongan juga menghadapi permasalahan tingginya angka anak tidak sekolah.

"Sehingga, penuntasan anak tidak sekolah ini juga menjadi fokus Pemkab Pekalongan dalam upaya menuntaskan kemiskinan."

"Saya kira laboratorium kemiskinan ini akan beriringan dengan Aplikasi Kudu Sekolah. Kita, meyakini pendidikan merupakan gerbang terdepan untuk memutus rantai kemiskinan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara Salvius Pasang, menilai inovasi yang dilakukan Pemkab Pekalongan melalui laboratorium kemiskinan menurutnya lebih maju.

"Saya yakin, bahwa langkah-langkah inovasi-inovasi yang dilakukan Pekalongan jauh lebih maju dibandingkan kami."

"Oleh karena itu, saya berpesan kepada kawan-kawan kalau kita melakukan studi tiru tapi tidak dilaksanakan, tidak ada yang bisa digaungkan di Toraja ya percuma," katanya.

Pihaknya berharap melalui studi tiru tersebut, Pemkab Torut dapat mengadaptasi inovasi yang dilakukan Pemkab Pekalongan untuk diterapkan di daerahnya.

"Kedepannya Kabupaten Toraja dapat melakukan kunjungan-kunjungan lainnya untuk mengadaptasi berbagai inovasi program yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk mengatasi berbagai persoalan yang akan dihadapi Pemkab Torut," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved