Faktor Cuaca dan Hama Jadi Pemicu Lonjakan Harga Cabai dan Bawang Merah

dengan anomali yang ada memang banyak lahan-lahan khusus yang di dataran rendah ini mengalami serangan organisme pengganggu tanaman

Editor: Vito
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
satu pedagang cabai dan sayuran di Pasar Trayeman Slawi, Tuti Astuti, sedang melayani pesanan milik pelanggan yang menunggu di lapak jualannya, pada Kamis (2/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menduga harga cabai dan bawang merah naik karena kondisi cuaca dan hama tanaman.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, saat ini pemerintah terus menyiapkan 12 kebutuhan bahan pokok mulai dari hulu sampai hilir.

Titik hulu dilakukan di kawasan food estate, dan hilir dilakukan bersama mitra lainnya.

“Khusus untuk bawang merah dan cabai, data yang tercatat di kami saat ini dengan anomali yang ada memang banyak lahan-lahan khusus yang di dataran rendah ini mengalami serangan organisme pengganggu tanaman," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/6).

Ia mengaku sudah mempersiapkan langkah lanjutan untuk pengendalian serangan hama dan penyakit jamur. Tercatat lebih dari 2.000 hektare yang sudah mendapat penanganan secara cepat dan terukur.

Prihasto menuturkan, dengan kondisi anomali yang ada sekarang ini menyebabkan beberapa daerah (dataran rendah) yang biasa menanam cabai, beralih ke tanaman yang lebih adaptif pada kondisi hujan, lebih adaptif dalam kondisi air.

"Setelah kami amati di lapangan, yang biasa menanam bawang merah, ada beberapa wilayah yang mereka daripada berisiko karena hujan yang cukup deras, sehingga mereka menanam dengan tanaman selain bawang merah," jelasnya.

Peralihan penanaman itu menyebabkan penurunan pasokan komoditas, sehigga harganya di pasaran menjadi tinggi, terlebih di tengah meningkatnya permintaan konsumen.

Adapun, Kementan menggelar pasar murah khusus bawang dan cabai di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan itu, pemerintah menyiapkan 15 ton bawang dan cabai yang dijual dengan harga Rp 32.000/kg, dan aneka cabai dijual Rp 59.000/kg.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan, kegiatan pasar murah merupakan upaya pemerintah dalam menyiapkan pangan murah dan berkualitas untuk kebutuhan warga Jakarta.

Semua produk hortikultura itu adalah hasil panen petani di kawasan food estate Temanggung dan Wonosobo. Syahrul memastikan, semua produktivitas hortikultura saat ini dalam keadaan cukup. Tidak ada kekurangan apalagi kelangkaan.

"Sifat bawang dan cabai itu fluktuasi. Nah saat ini alhamdulillah kalau (harga-Red) naik, artinya petani suka. Tapi ingat, kita juga harus sama-sama mikir negara ini," kata Syahrul. (Kontan.co.id/Vendy Yhulia Susanto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved