Berita Pekalongan

Pemkab Pekalongan Kerjasama dengan BP2MI, Bupati Fadia: Pekerja Migran Harus Dilindungi

Pemkab Pekalongan tandatangani kesepakatan bersama antara BP2MI dan perguruan tinggi.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat penandatanganan kerjasama kesepakatan bersama antara Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perguruan tinggi tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Indonesia di aula Abdurrahman Wahid BP2MI, di Jakarta. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Badan Pelindu

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat penandatanganan kerjasama kesepakatan bersama antara Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perguruan tinggi tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Indonesia di aula Abdurrahman Wahid BP2MI, di Jakarta.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat penandatanganan kerjasama kesepakatan bersama antara Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perguruan tinggi tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Indonesia di aula Abdurrahman Wahid BP2MI, di Jakarta. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

ngann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perguruan tinggi tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Indonesia di aula Abdurrahman Wahid BP2MI, di Jakarta.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, bahwa di Kabupaten Pekalongan banyak pekerja migran.

Oleh karena itu, pihaknya sependapat  para pekerja migran Indonesia (PMI) berjuang besar untuk negara dan para PMI harus diperhatikan oleh pemerintah.

"Dengan pemberangkatan pekerja migran secara resmi, kita bisa lebih memantau keadaan para pekerja tersebut dan bisa memberikan perlindungan yang maksimal," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (19/6/2022).

Selain itu juga, pihaknya sepakat untuk memberikan pelatihan, pendidikan, serta bahasa untuk para pekerja migran yang akan diberangkatkan ke luar negeri.

"Harapannya, setelah mendapatkan bekal pendidikan dan pelatihan, pekerja migran dari Kabupaten Pekalongan bisa bekerja di luar negeri sesuai kompetensinya dan juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal untuk kehidupan mereka," imbuhnya.

Pekerja Migran Indonesia merupakan penyumbang devisa negara terbesar ke-2, hal itu dikatakan Kepala Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani, dalam sambutan usai Penandatanganan Kesepakatan antara BP2MI dan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemkab Pekalongan dan perguruan tinggi tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Aula Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta.

Benny mengutarakan, negara wajib memberi penghormatan kepada para pekerja migran selayaknya kontingen atau duta-duta negara dalam olimpiade dunia, karena mereka menyumbangkan devisa yang sangat besar, yaitu sekitar Rp 159,6 triliun per tahun.

"Ada sekitar 4,4 juta PMI bekerja di luar negeri yang diberangkatkan secara resmi. Namun, jumlah PMI illegal jumlahnya lebih banyak, yaitu sekitar 4,6 juta orang."

"Para pekerja migran sering mengalami tindakan tidak manusiawi, penganiayaan, kekerasan seksual, bahkan pembunuhan di negara tempat para migran Indonesia bekerja. Para PMI yang mengalami kejadian tersebut sebagian besar adalah PMI yang diberangkatkan secara illegal oleh mafia dan sindikat yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari bisnis perdagangan manusia," katanya.

Oleh karena itu, dalam kesempatan itu, Benny mengajak kepada seluruh aparat terkait dan stakeholder untuk tidak membiarkan hal tersebut terjadi.

"Sangat ironis jika negara kita yang dikenal religius membiarkan hal itu terjadi," imbuhnya.

Melalui penandatanganan kesepakatan, harapannya dapat menjadi awal yang baik untuk menguatkan sinergi kelembagaan dan menghadirkan negara dalam memberikan pelindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh sebelum dan setelah bekerja baik dari aspek hukum, ekonomi dan sosial.

"PMI yang diberangkatkan resmi harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan, sehingga mereka memiliki kompetensi, keahlian, ketrampilan, dan kemampuan berbahasa yang cukup," tambahnya. (*)

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat penandatanganan kerjasama kesepakatan bersama antara Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perguruan tinggi tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Indonesia di aula Abdurrahman Wahid BP2MI, di Jakarta.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat penandatanganan kerjasama kesepakatan bersama antara Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan perguruan tinggi tentang penempatan dan pelindungan pekerja Migran Indonesia di aula Abdurrahman Wahid BP2MI, di Jakarta. (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved