Berita Demak

Wacana Penghapusan Honorer Jadi Momok, Demak Miliki Ribuan Tenaga Honorer

Adanya SE tentang penghapusan tenaga honorer timbulkan keresahan para tenaga honorer.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM/M ZAINAL ARIFIN
ILUSTRASI HONORER K2 DEMO DI KUDUS 

"Itu poin yang kami minta, karena sebelumnya kami juga cemburu karena tidak ada formasi PPPK sama sekali. Hanya prioritas tenaga guru, nakes dan penyuluh," terangnya.

Meski nantinya Pemkab tidak bisa mengangkat seluruh anggota paguyuban. Pihaknya meminta, untuk memprioritaskan tenaga honorer yang paling lama mengabdi untuk diangkat lebih dulu.

"Kita upayakan meskipun tidak di angkat seluruhnya, setidaknya teman-teman pengabdian paling lama terlebih dahulu," urainya.

Kendati demikian, untuk tenaga honorer yang tidak diangkat PPPK ia berharap para tenaga tersebut bisa bertahan  bekerja di Pemerintahan.

Dengan catatan tetap dipayungi oleh Pemda langsung, tanpa adanya outsourcing.

"Kita tau gambaran outsourcing sendiri, kita dipayungi pihak ketiga. Bila mana pihak ketiga tidak menyukai kita dia pingin mengganti kita itukan hak-haknya pihak ketiga," tegasnya.

Ia khawatir, dengan adanya hal itu akan memangkas haknya sebagai pekerja.

"Gaji juga bisa kena potongan tergantung dari pihak ketiga. Meskipun kita harus dioutsorucing kan, harus diakomodir Pemda sendiri," terangnya.

Dengan begitu, hak-haknya sebagai pekerja Pemerintahan akan lebih terlindungi. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved