Fokus

Fokus: Berebut Wahyu

Padahal, bukan hal mudah untuk mendapatkan wahyu cakraningrat, atau juga disebut wahyu keprabon. Orang yang ingin mendapatkan wahyu itu harus mendapat

Penulis: achiar m. permana | Editor: m nur huda
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Achiar M Permana

TRIBUNJATENG.COM - KOCAP kacarita, siapa pun yang berkehendak untuk menjadi pemimpin dunia, raja gung binathara, harus kelebon wahyu. Mendapat anugerah dari dewata, berupa ‘wahyu cakraningrat’. Pulung yang bisa membuat seseorang memiliki daya untuk menjaga kedamaian di dunia. Hanya orang yang dalam dirinya merasuk wahyu cakraningrat yang pantas ditakhtakan sebagai raja agung.

Padahal, bukan hal mudah untuk mendapatkan wahyu cakraningrat, atau juga disebut wahyu keprabon. Orang yang ingin mendapatkan wahyu itu harus mendapat dukungan empat panakawan. Dia juga harus berani melakukan tapabrata di bawah pohon beringin putih.

Padahal pula, untuk mendapatkan dukungan dari empat punakawan, seorang yang ingin memperoleh wahyu cakraningrat harus mampu mengendalikan empat nafsunya, yakni: aluamah, amarah, supiyah, dan mutmainah. Waduh!

“Nek sampean, kang, saya kira balik kanan gasik. Tangeh nganggo lamun,” tiba-tiba Dawir, sedulur batin saya, nyeletuk dari balik tengkuk.

Dalam lakon Wahyu Cakraningrat, sebuah lakon carangan dalam pementasan wayang, akhirnya hanya Abimanyu yang berhasil mendapatkan wahyu keprabon. Dua ksatria lainnya yang juga menginginkan wahyu itu, Lesmana dan Samba, harus gigit jari. Wahyu Cakraningrat sempat mampir ke tubuh Lesmana dan Samba, tetapi kemudian oncat, keluar lagi, karena keduanya gagal mengendalikan nafsu mereka.

Beberapa hari belakangan, pemandangan yang mencolok mata hadir di depan kita, tentang orang-orang yang berebut mendapatkan wahyu cakraningrat. Pemilihan Umum (Pemilu), yang bakal berlangsung serentak dengan Pemilihan Presiden (Pilpres), masih cukup jauh. Akan tetapi, para elite politik kita sudah menampakkan hasrat kuasa yang besar untuk menyongsong perhelatan politik itu.

Pertemuan demi pertemuan berlangsung. Tidak banyak yang secara terbuka menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari langkah “pragmatis” dalam mengincar kursi RI 1 dan R1 2, pada Pilpres 2024. Pada umumnya politikus kita mengemas pertemuan itu dengan balutan “amat-sangat-mulia”: demi bangsa.

Yang terbaru, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bertemu Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Pertemuan keduanya berlangsung di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6) malam lalu. Dalam pertemuan tersebut, Gerindra dan PKB bersepakat bekerja sama menyiapkan Pemilu Legislatif (Pileg), Pilpres, dan Pemilihan Kepala Daerag (Pilkada) pada Pemilu 2024 mendatang.

Akan tetapi, tidak ada kata terucap perihal apakah kedua partai bakal berkoalisi dalam Pilpres 2024. Juga tak terungkap siapa yang bakal menjadi capres dan cawapres, jika kedua partai itu berkoalisi. ”Kami sudah mencapai titik pertemuan, titik kerja sama, titik kesepakatan di mana secara garis besar menyatakan keinginan untuk bersama-sama bekerja sama erat untuk menghadapi tanggung jawab kenegaraan tersebut,” kata Prabowo.

Sebelumnya, rangkaian pertemuan demi pertemuan juga berlangsung antarpetinggi partai. Pertemuan yang terhitung awal, Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, menyambangi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, 7 Mei 2022. Lima hari kemudian, tiga ketua parpol, yakni Airlangga, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, bertemu di kawasan Menteng, Jakarta, pada 12 Mei 2022. Dari pertemuan itu, muncul poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Bahkan, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun merasa perlu ‘turun gunung’, mengawal pertemuan AHY dan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, di markas Nasdem, Jakarta Pusat, 5 Juni 2022.

“Halah, kabeh kuwi mung macak, Kang, paesan. Kabeh macak Abimanyu, sing kaya-kayaha pantes kelebon wahyu. Padahal, sing akeh jebule mung kelas Lesmana dan Samba!” (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved