Lithuania Salahkan Uni Eropa soal Sanksi Pemicu Kemarahan Rusia

Larangan transit kargo kereta api dari Rusia ke wilayah Kaliningrad, Lithuania, merupakan bagian dari sanksi Eropa atas invasi Rusia ke Ukraina.

Editor: Vito
AFP/Petras Malukas
ilustrasi - pasukan NATO di Lithuania. 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Dampak invasi Rusia ke Ukraina terus meluas, dengan berbagai sanksi yang diberikan negara-negara NATO, termasuk Lithunia yang kini melarang transit kargo kereta api dari Kaliningrad Rusia.

Namun, sanksi Lithuania itu berbuntut panjang, dengan kemarahan Rusia untuk kembali mengerahkan kekuatan militer, bahkan disebut mengarah pada perang dunia ketiga.

Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis akhirnya menanggapi soal larangan transit kargo kereta api dari Rusia ke wilayah Kaliningrad, Lithuania, Senin (20/6).

Ia menyebut, larangan transit kereta api itu terjadi setelah pihaknya berkonsultasi dengan Komisi Eropa, atau berarti hal itu merupakan bagian dari sanksi Eropa.

"Bukan Lituania yang melakukan apa pun, ini adalah sanksi Eropa yang mulai berlaku sejak 17 Juni. Industri yang memberlakukan sanksi pada saat ini adalah perkeretaapian," jelasnya, setibanya di Dewan Urusan Luar Negeri UE, dikutip dari Sputnik News.

"Mereka memberi tahu klien mereka bahwa mulai 17 Juni, barang yang dikenai sanksi, baja dan barang-barang lain yang terbuat dari bijih besi, tidak akan lagi diizinkan untuk transit di Lithuania. Itu dilakukan dengan berkonsultasi dengan Komisi Eropa, dan di bawah pedoman Komisi Eropa," terang Landsbergis.

Seperti diketahui, Kereta Api Lituania milik negara menghentikan transit barang antara Rusia dan wilayah Laut Baltiknya mulai tengah malam Jumat lalu, dengan alasan pembatasan UE.

Gubernur Kaliningrad, Anton Alikhanov menyatakan, produk minyak tidak dikenai pembatasan transit, dan transit akan terus berlanjut hingga 10 Agustus. 

Adapun, Sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, yakni senator loyalis Andrey Klimov memperingatkan Uni Eropa (UE) terkait dengan sanksi Lithunia.

Ketua Komisi Majelis Tinggi Rusia untuk perlindungan kedaulatan negara itu menuntut agar UE memperbaiki situasi blokade barang di Lithuania.

Klimov menuntut dengan ancaman langsung aksi militer. Terlebih, ancaman itu terjadi di tengah klaim bahwa Putin dapat mengumumkan darurat militer dan mobilisasi di lima wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina untuk meningkatkan upaya perangnya.

"Agresi langsung terhadap Rusia, secara harafiah memaksa kami untuk segera menggunakan pertahanan diri yang tepat," kata Klimov, dikutip dari Mirror.

Ia pun bersumpah bahwa Rusia akan menyelesaikan permasalahan blokade dengan cara apapun yang mereka pilih.

Lithuania yang termasuk negara NATO, pada Senin (20/6), memblokir barang-barang yang disetujui oleh UE untuk mencapai eksklave Rusia Kaliningrad.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved