Berita Sragen

Usaha Sapi Kurban Lesu di Tengah Wabah PMK

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku membuat para peternak dan penjual sapi menderita. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Peternak sapi merawat sapi di kandangnya, Kelurahan Sragen Wetan, Senin (20/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat para peternak dan penjual sapi menderita. 

Idul Adha mestinya menjadi momentum yang ditunggu-tunggu bagi peternak atau pedagang. 

Saat itu, permintaan melonjak karena masyarakat banyak berburu hewan ternak untuk kurban.

Bahkan, banyak peternak atau pedagang yang menggantungkan matapencahariannya dari berbisnis di hari raya kurban. 

Tapi tahun ini peternak maupun pedagang harus pusing karena wabah PMK.

Permintaan hewan kurban tetap tinggi. Masyarakat sepertinya tak terpengaruh adanya wabah PMK untuk menjalankan ibadah kurban. 

Terlebih, PMK memang dinyatakan bukan kategori penyakit zoonosis, atau menular dari hewan ke manusia. 

"Kalau manusia sih gak, " kata Santoso, peternak asal Kelurahan Sragen Wetan, Sragen,  Senin (20/6/2022). 

Hanya wabah itu berefek pada lalu lintas hewan kurban, baik masuk maupun keluar daerah. Penutupan pasar hewan untuk menekan penyebaran PMK juga jadi kendala. 

Banyaknya sapi yang sakit membuat sebagian peternak bingung menjual sapinya. Sebagian pedagang juga lebih berhati-hati dan takut untuk bertransaksi sapi menjelang kurban. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved