Berita Sragen

Bupati Sragen Lantik 117 Pejabat Fungsional, Beri Pesan Khusus ke Guru

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik 117 Pejabat Fungsional diantaranya 116 Pejabat Fungsional Guru dan 1 Analis Kepegawaian

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik 117 Pejabat Fungsional diantaranya 116 Pejabat Fungsional Guru dan 1 Analis Kepegawaian  di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (22/6). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN -- Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik 117 Pejabat Fungsional diantaranya 116 Pejabat Fungsional Guru dan 1 Analis Kepegawaian  di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (22/6).

Ini sesuai peraturan perundang-undangan, ASN (Aparatur Sipil Negara) yang menjadi Pejabat Fungsional wajib dilantik.

Yuni Sukowati mengatakan, pejabat fungsional mengemban tugas yang tidak kalah berat dengan pejabat struktural.

Selain merupakan jabatan khusus, pejabat fungsional harus mengumpulkan angka kredit dan ada target serta capaian yang harus diraih.

“Yang semua hari ini dilantik Jabatan Fungsional maka berhak mendapatkan tunjangan jabatan fungsional sehingga terjadi peningkatan pendapatannya, "katanya, Rabu (22/6/2022) 

Ia meminta guru yang saat ini dilantik untuk menggali inovasi. Apalagi, saat ini ada kurikulum baru yaitu Merdeka Belajar. 

Kurikulum baru tersebut harusnya menjadi pemacu sehingga guru dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi terbaik. 

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi dan kreativitas agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional.  

Sebab tantangan yang dihadapi para guru akan semakin berat. Di samping perkembangan zaman yang menuntut mereka melek teknologi.

Ia mengatakan, jika ASN guru belum memenuhi persyaratan, maka belum bisa dilantik ke dalam Jabatan Fungsional Guru dengan batasan usia pensiun 60 tahun dan mendapatkan tunjangan fungsionalnya.

Syarat untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru antara lain adalah berijazah minimal Sarjana/S-1 dan mempunyai sertfikat pendidik.

“Anda semua harus paham aturan dan regulasinya. Jika tidak paham harus banyak bertanya, "katanya

Di sisi lain ia meminta para guru untuk dapat membimbing anak-anak agar terhindar dari bentuk penyimpangan yang bisa menimbulkan dampak negatif seperti penyalahgunaan narkoba.

Untuk itu Ia berpesan agar guru dapat memantau pergaulan anak-anak. Ini merupakan PR bersama agar generasi bangsa dapat terus berkembang semakin baik. (*)

Baca juga: Jembatan Kali Wiso di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Jepara Mulai Dibongkar

Baca juga: Atlet Badminton Purbalingga Menuju Nasional, Tergabung di Klub Taufik Hidayat dan Chandra Wijaya

Baca juga: Daftar Hewan yang Boleh Dijadikan Kurban Saat Idul Adha

Baca juga: Catat 1 Assist Kontra Persis, Bek PSIS Ini Ingin Timnya Kalahkan PSS di Laga Pamungkas Grup A

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved