Bupati Hartopo Optimalkan Layanan Kesehatan di Puskesmas Kudus

DBHCHT 2022 yang mencapai Rp ‎69,6 miliar untuk bidang kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Bupati Kudus, HM Hartopo saat memantau langsung kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus optimalisasi pelayanan masyarakat di Puskesmas Jekulo, Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2022 yang mencapai Rp ‎69,6 miliar untuk bidang kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus.


Khususnya pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdekat dalam melayani masyarakat.


Bupati Kudus, HM Hartopo mengharapkan pelayanan kesehatan di puskesmas dapat berjalan optimal.


Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas alat kesehatan sebagai penunjang pelayanan di sana.


"Puskesmas boleh pengadaan alat kesehatan untuk masyarakat. Tentunya dengan pelayanan kesehatan yang lengkap ini bila perlu tidak lagi dirujuk ke rumah sakit karena fasilitasnya sudah lengkap," ujarnya.


Kendati demikian, kata dia, sebelum melakukan belanja alat kesehatan. Maka perlu terlebih dulu memperhatikan mengenai kapasitas sumber daya manusia (SDM).


Jangan sampai, kata dia, alat kesehatan yang sudah dibelanjakan tersebut tidak bisa dipakai karena tidak adanya tenaga yang menguasainya.


Sehingga anggaran yang dialokasikan untuk penunjang pelayanan kesehatan tersebut juga tidak sia-sia.


"Banyak nanti alat kesehatan yang dibeli, di rumah sakit juga mau belanja MRI (magnetic resonance imaging-red) untuk menunjang layanan. SDM sudah ada, nanti bisa dioptimalkan. Jangan asal beli‎," ujar dia.


‎Guna menunjang jangkauan layanan kesehatan yang lebih luas, pihaknya juga mempertimbangkan untuk mengoptimalkan puskesmas pembantu (Pustu).


Makanya pada tahun ini, Hartopo melakukan rehabilitasi lima puskesmas dan satu puskesmas pembantu yang nilainya mencapai Rp 8,9 miliar.


Adapun enam paket lokasi rehabilitasi itu terdiri dari Puskesmas Jati sebesar Rp 2,03 miliar, Puskesmas Mejobo Rp 1,2 miliar, Puskesmas Rejosari Rp 1,348 miliar, Puskesmas Rendeng Rp 1,61 miliar, Puskesmas Sidorekso Rp 2,4 miliar dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Rahtawu Rp 356 juta.


"‎Pustu yang kami prioritaskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah utara," ujar dia.


Recana, pihaknya juga berencana akan membangun rumah sakit tipe D di wilayah tersebut.


Pasalnya wilayah itu masih jauh dari jangkauan layanan kesehatan rumah sakit.


"Nanti bertahap akan kami anggarkan, kalau tidak bisa di perubahan ini. Mungkin tahun 2023 mendatang," ujarnya.


Optimalisasi fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus, harapannya dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved