Berita Slawi

Bupati Tegal Umi Azizah, "Peran Penting Bidan Mencegah Risiko Kematian Ibu dan Bayi"

Bidan sebagai mitra perempuan memiliki peranan penting dalam mencegah risiko kematian ibu dan bayi. 

Humas Pemkab Tegal 
Foto Pemotongan tumpeng oleh pengurus cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tegal, bersama Bupati Tegal Umi Azizah, pada rapat kerja cabang IBI sekaligus memperingati HUT ke-71 IBI di Hotel Sun Q Ta Guci beberapa waktu lalu.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Bidan sebagai mitra perempuan memiliki peranan penting dalam mencegah risiko kematian ibu dan bayi. 

Pernyataan ini, disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah, pada rapat kerja Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tegal sekaligus memperingati HUT ke-71 IBI, di Hotel Sun Q Ta Guci beberapa waktu lalu. 

Menurut Umi, bidan berperan penting dalam memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas hingga memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi selama masa pertumbuhannya.

Selain itu, lanjut Umi, bidan juga berperan dalam pemberian konseling dan pendidikan kesehatan keluarga serta masyarakat. 

Dari mempersiapkan pasangan sebelum menjadi orangtua, memberikan layanan edukasi kesehatan pada perempuan, kesehatan reproduksi, hingga asuhan anak menjadi bagian dari tugas dan tanggungjawab bidan di masyarakat.

Dari perannya ini, maka bidan harus bisa bekerja profesional saat memberikan layanannya di rumah, di Puskesmas, klinik kesehatan hingga rumah sakit. 

Sehingga di sini, IBI sebagai satu-satunya organisasi profesi bidan yang diakui Pemerintah dan memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk menyertifikasi bidan dan menerbitkan lisensi praktik kebidanan, harus bisa menjaga nilai-nilai organisasi dan eksistensi organisasi melalui pencapaian misi dan pelaksanaan prioritas strategi.

“Saya minta IBI bisa mengoptimalkan fungsi pendampingan dan pengawasan bidan anggotanya, karena ini berhubungan erat dengan kesehatan ibu dan anak. Setiap kendala dan tantangan yang ditemui harus segera bisa diatasi,“ pesan Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (24/6/2022). 

Umi menjelaskan, salah satu tantangan pelayanan kebidanan di Kabupaten Tegal adalah keberagaman kondisi geografis. 

Hal ini membuat persebaran fasilitas kesehatan ataupun bidan tidak merata. 

Akibatnya, tidak semua orang dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin.


Tantangan lainnya adalah belum semua masyarakat terbiasa merencanakan kehamilan, seperti merencanakan waktu untuk hamil, menentukan jumlah anak, menggunakan kontrasepsi, dan menentukan jarak umur anak.

“Kehamilan mesti direncanakan untuk memastikan calon orangtua dalam kondisi sehat. Sebab kesehatan orangtua akan berdampak ke kesehatan bayi yang dilahirkan, dan ini yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting pada balita karena ketidaksiapan orangtua dari segala sisi,” papar Umi. 

Umi mengungkapkan, hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting anak balita di Kabupaten Tegal mencapai 28 persen. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved