Berita Semarang

Dewan Pakar PKS Jateng Temukan Cairan untuk Sembuhkan PMK Pada Ternak, Dinamakan Veter Top Nano

Ketua Majelis Syura PKS perintahkan anggota legislatif PKS untuk turun ke lapangan.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al-Jufrie, usai berdialog dengan ratusan peternak di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saat Indonesia sedang mengalami wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al-Jufrie, memerintahkan kepada anggota legislatif dari fraksi PKS untuk turun ke lapangan.

Hal tersebut bertujuan untuk mendampingi para peternak yang terdampak wabah PMK.

“Saya perintahkan ke seluruh anggota legislatif, seluruh kader PKS yang ada di pusat, yang ada di Provinsi, Kabupaten/Kota lakukan advokasi, pendampingan untuk peternak yang sedang diuji wabah PMK ini,” katanya saat berdialog dengan ratusan peternak pada Kamis (23/6/2022) di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dr Salim meminta kepada para tokoh PKS maupun legislatifnya untuk memberikan bantuan berupa saluran dana aspirasi.

“Bentuk memberikan perhatian itu bisa mengusahakan dana aspirasi dari, baik dari pusat, provinsi kota, kaitan dengan persoalan penanganan wabah PMK,” kata mantan Menteri Sosial era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Menurut Dr Salim, penanganan wabah PMK ini perlu antisipasi yang cepat agar tidak semakin merugikan peternak.

“Ini perlu antisipasi cepat, Pemerintah juga harus hadir, harus membantu, karena dampak PMK ini bisa membuat penghasilan peternak pasti berkurang signifikan,” tandas dia.

Dalam kegiatan rembug bersama peternak tersebut, Dr Salim juga memberikan ratusan paket bantuan kepada para peternak yang terpapar PMK.

Sementara, para peternak juga memberikan tanda cinta kepada Dr Salim berupa hasil pertanian berupa buah pisang dan buah durian.

Sebagai informasi, data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, ada total 8 juta hewan ternak di Jateng, dimana rata-rata hewan yang rentan PMK adalah berkuku belah.

Pada bulan Mei 2022 lalu, data ternak yang terpapar PMK baru di tiga daerah dengan ternak terdampak sekitar 10.500.

Namun sebulan berselang, jumlah hewan terpapar PMK meledak sebanyak 23.487, dimana sebanyak 1.016 diantaranya mati.

Di lain pihak, Dewan Pakar PKS Jawa Tengah Lalu Muhammad Syafriadi mengaku bersama timnya sudah membuat ramuan dalam bentuk cair yang bisa mengatasi PMK pada ternak.

"Ramuan ini dari herbal dan sudah mendapatkan hak paten. Kita bersama tim datang untuk membantu peternak yang tengah kesulitan. Kita juga apresiasi pemerintah yang tengah melakukan penanganan tapi karena sudah menyebar ada inisiatif dari tim untuk membantu," papar Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah ini.

Lalu mengatakan, ramuan herbal ini sudah diujicobakan di Jawa Timur dan Semarang dan hasilnya signifikan membantu penanganan PMK.

"Cairan ini saya beri nama Veter Top Nano. Cairan ini diminumkan, lalu disemprot di wajah, mulut, mata, hidung semua termasuk kaki dan kandang secara berkala sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya," papar Lalu.

Ia juga menyebut, beberapa peternak juga berinisiatif memberikan ramuan herbal terutama untuk mengurangi gejala sekunder dari penyakit PMK.

"Dinyatakan sembuh memang harus ada uji lab tapi yang penting bagi masyarakat infeksi sekundernya bisa dicegah. Misalnya suhu tubuhnya turun, nafsu makannya timbul lagi, bisa berdiri itu sudah membantu. Selain untuk sapi, ramuan herbal ini juga bisa untuk unggas," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved