Berita Banyumas

Mengenal Barisan Relawan ODGJ, Sosok Pahlawan Kemanusiaan di Banyumas: Banyak Pengalaman Tak Terlupa

Sejak saat itulah dia berniat ingin mempertemukan orang-orang yang hilang di jalanan dengan keluarganya kembali

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Badan penuh daki, rambut kusut, baju compang-camping hingga bau yang menyengat. 

Begitulah gambaran Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang biasa berkeliaran di jalanan. 

Mereka dipandang sebelah mata, tak terurus dianggap pengganggu seakan seperti sampah yang tak bernilai. 

Padahal mereka manusia yang membutuhkan pertolongan dan perhatian dari sekeliling agar dapat sembuh.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain PSIS Semarang Vs PSS Sleman Piala Presiden, Reuni Komar, Jandia dan Fandi

Baca juga: Pilih Tinggal di Pekalongan Setelah Nikahi Putri Kyai, Ini yang Membuat Damien Bule Prancis Betah

Untungnya ada rasa keprihatinan kepada ODGJ dari sekelompok orang mengabdikan dirinya menjadi relawan.  

Dalam sebuah wadah yang bernama Relawan ODGJ Banyumas ini sarana menolong orang gila agar sehat dan dibantu dipertemukan lagi dengan keluarga. 

Diinisiasi oleh Sapto Adi Wibowo (31) bersama-sama dengan rekan-rekannya yang lain seperti ibu Emilia Prabasari (52) dan Teguh Purwoko (34) menjadi motor penggerak relawan ODGJ Banyumas

Awal mulanya adalah memang dari kebiasaan Sapto sejak 2017 suka membantu memandikan ODGJ di pinggir jalan. 

Dia kemudian suka berbagai informasi orang hilang melalui media sosial khususnya adalah Facebook sering yang berhasil ditemukan. 

Sejak saat itulah dia berniat ingin mempertemukan orang-orang yang hilang di jalanan dengan keluarganya kembali. 

Kisah perjuangan kemanusiaan tersebut bermula pada 2020 saat Sapto atau yang akrab disapa Saprol itu menolong 2 ODGJ membantu mempertemukannya kembali dengan keluarganya. 

Saat itu ia sengaja menyebarkan informasi orang hilang melalui media sosial Facebook dan tenyata menuai banyak tanggapan dan respon. 

Maka dari situlah ia merasa ada kepuasan batin dan senang membantu mempertemukan ODGJ yang hilang dengan keluarganya. 

"Sebenarnya sejak 2017 saya di Kebumen memang ada kebiasaan setiap ada orang gila di jalan saya bantu mandikan, gantikan baju, supaya lebih baik. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved