Taliban Terus Serukan Bantuan Internasional untuk Korban Gempa Afghanistan

Pemerintah Taliban telah berulang kali menyerukan bantuan internasional, meskipun negara itu terputus dari banyak bantuan asing karena sanksi.

Editor: Vito
Ali Khara/Reuters (Reuters via Al Jazeera)
Sebuah helikopter Taliban terbang setelah mengirim bantuan gempa di Gayan, Afghanistan, Kamis (23/6/2022). Korban selamat gempa Afghanistan kehilangan suplai makanan dan tempat tinggal. Taliban menyerukan bantuan dari negara lain. 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Operasi penyelamatan korban gempa merupakan ujian besar bagi Taliban, yang mengambil alih pemerintahan saat pasukan internasional pimpinan AS mundur pada Agustus setelah perang selama dua dekade.

Orang-orang yang selamat dari gempa bumi paling mematikan di Afghanistan dalam lebih dari dua dekade telah dibiarkan tanpa makanan, air, atau tempat tinggal saat menunggu bantuan di desa-desa terpencil yang hancur.

Gempa bumi magnitudo 5,9 pada hari Rabu (22/6) di provinsi-provinsi timur yang berbukit-bukit menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan menghancurkan atau merusak sekitar 10.000 rumah.

Gempa juga telah merobohkan menara telepon seluler dan kabel listrik sambil memicu tanah longsor dan bebatuan yang menghalangi jalan-jalan pegunungan. Provinsi Paktika merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak gempa.

Pemerintah Taliban telah berulang kali menyerukan bantuan internasional, meskipun negara itu terputus dari banyak bantuan asing karena sanksi.

“Kami menyerukan badan penanggulangan bencana alam dan masyarakat internasional untuk memberikan bantuan segera dan komprehensif kepada rakyat Afghanistan,” kata Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, dalam sebuah tweet.

Menurut PBB, badan pengungsi UNHCR telah mengirimkan tenda, selimut, dan terpal plastik. Program Pangan Dunia telah mengirimkan stok makanan untuk sekitar 14.000 orang di provinsi Paktika, dan WHO telah menyediakan 10 ton pasokan medis yang cukup untuk 5.400 operasi.

Kantor kemanusiaan PBB (OCHA) Save the Children mengatakan lebih dari 118.000 anak terkena dampak bencana tersebut.

“Banyak anak sekarang kemungkinan besar tanpa air minum bersih, makanan, dan tempat yang aman untuk tidur,” kata badan amal internasional itu.

Sekjen PBB Guterres mengatakan badan global telah sepenuhnya memobilisasi untuk membantu, mengerahkan tim kesehatan dan pasokan obat-obatan, makanan, peralatan trauma dan tempat penampungan darurat ke zona gempa.

PBB mengatakan Program Pangan Dunia (WFP) mengirim makanan dan peralatan logistik ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan tujuan awalnya mendukung 3.000 rumah tangga.

“Rakyat Afghanistan sudah menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul konflik selama beberapa dekade, kekeringan parah, dan penurunan ekonomi,” kata Gordon Craig, wakil direktur negara WFP di Afghanistan, diberitakan Aljazeera.

“Gempa bumi hanya akan menambah kebutuhan kemanusiaan yang sudah sangat besar yang mereka tanggung setiap hari,” tambahnya.

Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Uni Emirat Arab semuanya mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka berencana untuk mengirim bantuan. Pasokan dari tetangga Pakistan telah melintasi perbatasan.

Adapun, bantuan mulai mengalir ke beberapa daerah yang terkena dampak pada hari Kamis (23/6), meski otoritas setempat kesulitan mencapai lokasi, karena kondisi infrastruktur yang tidak memungkinkan, dan hanya bisa dijangkau menggunakan helikopter. 

“Meskipun helikopter berperan penting memindahkan yang terluka dan memberikan bantuan, tapi mereka tidak cukup berkeliling,” laporan Ali Latifi dari Al Jazeera di Garde, provinsi Paktia timur.

Mawlawi Khalid, komandan Korps Tentara Mansoori 203 Taliban, mengatakan, semua helikopter telah dibawa dari Kandahar dan Kabul. “Tentunya masih banyak lagi, masih ada kekurangan,” katanya.

Di provinsi Paktika yang terkena dampak parah, penduduk Yaqoub Khan mengatakan bahwa semua bangunan telah rata dengan tanah, termasuk masjid setempat. "Tidak ada yang tersisa di sini, hanya yang terluka," katanya. (Kompas.com/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved