DBHCHT Untuk Layanan Puskesmas

DPRD Kudus Maksimalkan Peran Puskesmas Layani Kesehatan Masyarakat

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan di Pu‎sat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
dok. Puskesmas Ngembal Kulon
Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi, tengah berbincang dengan sejumlah masyarakat yang mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas Ngembal Kulon, Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan di Pu‎sat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Layanan kesehatan yang berada di tingkat paling bawah ‎tersebut harapannya membantu dan memudahkan seluruh masyarakat memperoleh pengobatan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Ali Ikhsan mengharapkan agar pelayanan kesehatan di puskesmas dapat dimaksimalkan.


Harapannya seluruh masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit, karena sudah mendapatkan layanan kesehatan yang baik hingga sembuh.


"Puskesmas kita dorong untuk maksimalkan perannya, sehingga tidak semua masyarakat dirujuk ke rumah sakit," ujar dia.


Sehingga masing-masing puskesmas dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.


‎Apalagi puskesmas yang menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhannya.


‎‎"Bilamana ada peralatan memungkinkan yang dibutuhkan selalu berkoordinasi baik dengan DKK (dinas kesehatan kabupaten-red)," ujar dia.


Ali menilai, alat kesehatan sangat membantu dalam menunjang pelayanan kesehatan di puskesmas.


Melalui kucuran Dana B‎agi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2022, alat kesehatan untuk menunjang layanan kesehatan juga sepatutnya diberikan.


"Sehingga bisa melayani masing-masing puskesmas," ucapnya.


Dukungan berupa rehabilitasi bangunan juga diperlukan untuk memberikan rasa nyaman kepada pasien.


Rencananya, kata dia, rehabilitasi lima puskesmas‎ dan satu puskesmas pembantu juga akan dilaksanakan pada tahun ini.


Rehabilitasi gedung senilai Rp 8,9 miliar itu dinilai dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved