Fokus

Fokus : Rob (bakal) Jadi Komoditas Politik

Persoalan rob di wilayah sepanjang pantura Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang sepertinya sudah semakin mengkhawatirkan.

Fokus : Rob (bakal) Jadi Komoditas Politik
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
GALIH Pujo Asmoro wartawan Tribun Jateng

Menurutnya, pengambilan air tanah secara berlebih akan mengakibatkan muka tanah di Kota Semarang semakin turun.

Saya pribadi juga pernah berjumpa dengan seorang karyawan di sebuah pabrik di Jateng yang mengatakan bila tempatnya bekerja masih menggunakan air tanah.

Kalau saya tidak salah ingat, karyawan itu mengatakan bila pabriknya punya beberapa sumur artesis untuk memenuhi kebutuhan airnya.

Alasannya, bila menggunakan air PDAM, biaya produksinya akan cukup tinggi lalu berdampak pada harga jual produk sehingga dikhawatirkan tidak kompetitif. Namun, ada juga pabrik yang mulai memroses air laut untuk kebutuhannya.

Sekarang ini, semua pemangku kebijakan pada dasarnya tahu penyebab rob. Demikian juga dengan adanya global warming yang jadi salah satu musabab makin tingginya permukaan laut, cuaca ekstrem, dan lain sebagainya.

Artinya, terkait rob, penurunan tanah di wilayah pesisir utara "bertemu pasangannya" yakni meningkatnya ketinggian permukaan laut dan cuaca ekstrem.

Rob ke depan, sangat mungkin tidak hanya akan menjadi persoalan sosial ekonomi semata, namun juga komoditas politik.

Ditambah lagi, pembangunan tanggul laut yang digadang-gadang sebagai salah satu solusi, juga belum rampung.

Dan pastinya, walaupun tanggul laut sudah jadi sekalipun, penurunan tanah harus bisa dicegah. Sementara mengenai peningkatan permukaan laut, memang butuh kesepakatan dan pelaksanaan serius dari banyak negara di dunia.

Para pemangku kebijakan, mungkin sudah saatnya berani memutuskan suatu kebijakan atau menegakan aturan setegak-tegaknya dengan risiko sementara tidak populis demi kepentingan lebih besar ke depan.

Namun, apa yang dilakukan pemangku kebijakan juga harus didukung segenap warga dan kalangan. Karena di mata mereka yang nyinyir atau berseberanga, apapun yang dilakukan hampir pasti tetap disalahkan. (*)

Baca juga: Kapolri Silaturrahim ke Gus Yusuf, Sinergi Situasi Kamtibmas

Baca juga: Upaya Dispangtan Kota Salatiga  Untuk Mendapatkan Bantuan Penanganan PMK

Baca juga: ‎Puskesmas di Kudus Bisa Langsung Belanja Alat Kesehatan, Inilah Persyaratannya

Baca juga: RANS Nusantara Tak Mau Disebut Seperti Koran, Jersey The Phoenix Minim Sponsor

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved