Pemkab Demak Optimis Grebeg Besar Masuk Rekor Muri
Pemerintah Kabupaten Demak beroptimis untuk mencetak rekor muri pada gelaran tradisi kebudayaan Grebeg Besar tahun 2022.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemerintah Kabupaten Demak beroptimis untuk mencetak rekor muri pada gelaran tradisi kebudayaan Grebeg Besar tahun 2022.
Lebih tepatnya, rekor tersebut akan dimulai pada rangkaian kebudayaan iring-iringan prajurit patang puluhan (40-an).
"Di iring-iringan Patangpuluhan, nanti kami akan mendaftarkan ke rekor muri 125 bendi (delman) yang nanti iring-iringan," ucap Bupati Demak Eisti'anah usai membuka Kegiatan Tradisi Budaya Grebeg Besar Tahun 2022 di Pendopo Bupati Demak, Jum'at (24/6/2022) malam.
Selain itu, iring-iringan tersebut nantinya akan diramaikan oleh para pegiat seni.
"Ada beberapa pegiat seni dan zipin, barongan dan semoga ini bisa terus berjalan lancar," harapnya.
Untuk prosesi tradisi Grebeg Besar sampai pada tanggal 10 Dzulhijjah.
"Kita sudah sampai ada rangkaian Grebeg besar seperti Pisowanan dengan sesepuh di Kadilangu dan nanti akan sebaliknya. Juga kita sudah melakukan takziah di makam-makam raja-raja pendahulu dan Sunan," urainya.
Sampai pada hari ini, sampai kepada pembukaan pesta rakyat Grebeg Besar.
"Kemudian nanti, di Kadilangu sendiri ada beberapa kegiatan seperti ancak-ancakan kemudian tahlil bersama," jelasnya.
Selain itu, Di Pemkab Demak juga menggelar giat pada malam 9 Dzulhijjah atau malam sebelum puncak Grebeg Besar.
"Jadi malamnya itu kita ada iring-iringan 9 tumpeng. Paginya kita akan sholat idul adha bersama kemudian mengantar minyak jamasan dengan iring-iringan 40-an prajurit ke makam Kadilangu," terangnya.
Ia berharap, adanya gelaran budaya yang digelar setahun sekali ini. Bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi.
"Jadi selama dua tahun, setelah pandemi kami sempat vakum dan tidak mengadakan Grebeg Besar. Semoga dengan kita membuka grebeg besar ini, ekonomi kreatif tumbuh kembali dan bisa dirasakan seluruh masyarakat Demak," terangnya.
Terkait pasar rakyatnya, selain ia menggratiskan harga tiket masuk gelaran ini adalah bagian dari mempertahankan budaya.
"Karena pemerintah sayang kepada masyarakat, pemerintah menggratiskan tiket masuk. Selain itu, lingkup pasar rakyat juga mudah dijangkau oleh masyarakat," tambahnya.(rad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembukaan-acara-kebudayaan-grebeg-besar-di-pendopo-demak.jpg)