Astra Motor Jateng

Tips #Cari_Aman Supaya Motor Tidak Kegasruk

Para pengendara motor dalam berkendara pernah mengalami kejadian bagian bawah motor gasruk

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Motor harus memiliki jarak terendah yang cukup agar aman dari puncak speed bump (polisi tidur sesuai regulasi) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG– Para pengendara motor dalam berkendara pernah mengalami kejadian bagian bawah motor gasruk atau mentok yang disebabkan oleh berbagai hal seperti contoh karena melewati jalanan yang rusak ataupun bisa juga rusak dikarenakan cuaca dan berbagai faktor lainnya.

Ada empat hal yang perlu diketahui bikers terutama yang mengendarai motor bebek dan motor matik agar terhindar dari sepeda motor “kegasruk”, yaitu:

Motor harus memiliki jarak terendah yang cukup agar aman dari puncak speed bump (polisi tidur sesuai regulasi)
Motor harus memiliki jarak terendah yang cukup agar aman dari puncak speed bump (polisi tidur sesuai regulasi) (IST)

Manfaatkan postur berkendara aman.

Gunakan pandangan mata untuk mengumpulkan infomasi yang seluas dan selengkapnya tentang situasi termasuk kondisi permukaan jalan didepan, makin tinggi kecepatan maka jarak pandang harus mampu melihat lebih jauh.

Jika berkendara 40 km/jam minimal jarak pandang ke depan sejauh 22 meter agar memiliki kesempatan untuk merespon dan mengoperasikan kendaraan dengan tepat agar terhindar dari bagian badan jalan yang menyebabkan kegasruk atau kepentok.

Pahami desain dan ukuran dari kendaraan yang kita gunakan.

Desain motor matik umumnya akan menempatkan mesin dibagian tengah kebelakang.

Mesin motor bebek berada ditengah cenderung kedepan. Karena kebutuhan peletakan bagasi (lugage box), lantai kaki (step floor) di motor matik dan rangka tengah yang rendah dimotor bebek menyebabkan mesin terletak paling dekat dengan permukaan tanah.

Sepeda motor Matik Honda memiliki jarak terendah ke tanah yang lebih tinggi.

Bagian badan jalan yang menjadi alat pengendali dan pengaman pengguna jalan yang dikenal disebut polisi tidur telah diatur di Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm 14 Tahun 2021.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved