Berita Nasional

Luhut Tegaskan Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi Atau NIK Berlaku Besok

Menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi, Luhut Binsar Panjaitan, akan menerapkan kebijakan baru terkait pembelian minyak goreng curah.

Penulis: tri_mulyono | Editor: m nur huda
Dokumentasi Humas Kemenko Marves
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Pemerintah menetapkan wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, dan Bali kini berstatus PPKM Level 3. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi, Luhut Binsar Panjaitan, akan menerapkan kebijakan baru terkait pembelian minyak goreng curah.

Nantinya masyarakat yang hendak membeli minyak goreng seharga 14 ribu rupiah per liter, harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, atau menunjukkan nomor induk kependudukan atau NIK.

Luhut mengatakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyk goreng curah ini akan diterapkan mulai Senin (27/6/2022).

Ia juga menjelaskan perubahan sistem ini dilakukan agar tata kelola distribusi minyak goreng curah menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

"Pemerintah mulai 27 Juni yang akan memulai sosialisasi dalam transisi pembelian dan penjualan minyak goreng curah rakyat," kata Luhut dalam keterangannya di akun Instagram @minyakita.id, dikutip Sabtu (25/6/2022)).

Luhut meminta masyarakat tidak khawatir pasokan domestik akan berkurang atau harga kembali menjadi tidak terjangkau, sebab pemerintah mengubah kebijakan minyak goreng curah dari berbasis subsidi menjadi berbasis pemenuhan kewajiban pasar domestik (DMO) dan kewajiban harga domestik (DPO).

"Penggunaan PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan, untuk memitigasi potensi penyelewengan yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng," jelasnya.

Terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjanjikan minyak goreng seharga Rp 14.000/liter kemasan sederhana itu akan tersedia di pasaran, termasuk ritel modern.

Zulhas berujar pada pekan depan pihaknya akan mengundang pengusaha-pengusaha produsen minyak goreng terkait rencana kebijakan minyak curah diubah menjadi minyak kemasan sederhana.

"Nanti masyarakat, ibu-ibu kalau belanja ke supermarket, ada minyak goreng yang harganya Rp 14.000, dengan merek Minyak Kita yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan," jelas Zulhas di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur.

Harga minyak goreng kemasan sederhana ini jauh lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan yang banyak beredar saat ini yang dibanderol rata-rata seharga Rp 24.000/liter.

Namun meski dengan kemasan plastik sederhana, pemerintah menjamin kualitasnya sudah sangat baik sebagaimana merek minyak goreng kemasan lainnya.

"Harganya Rp 14 ribu, kemasannya bagus, bisa nanti secara bertahap ditemukan di supermarket-supermarket. Dan kalau minyak curah tidak bisa karena nanti kalau pecah repot," kata dia.

Di sisi lain, sejumlah pedagang di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur mengeluhkan harga telur yang belum stabil atau turun ke harga normal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved