Berita Kudus

Pentas Musik Berswara di Kudus Jadi Ajang Kampanye Perangi Rokok Ilegal

Pentas musik di Warung Seni Joglo Sawah jadi ajang kampanye perangi rokok ilegal.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Pentas musik Berswara di Warung Seni Joglo Sawah Desa Karangmalang, Gebig, Kudus, Sabtu (25/6/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pentas musik di Warung Seni Joglo Sawah di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus, Sabtu (25/6/2022) malam menjadi ajang kampanye perangi rokok ilegal di Kudus.

Pesan-pesan agar meninggalkan rokok ilegal karena merugikan negara termaktub dalam setiap lagu dalam pentas bertajuk Berswara.

Pentas musik yang berlangsung selama hampir dua jam ini diotaki oleh Arfin Ahmad Maulana atau yang akrab disapa Arfin AM.

Darinya juga tercipta delapan lagu bermacam genre yang dinyanyikan dalam pentas tersebut. Masing-masing lagunya berisi pesan kepada masyarakat umum agar menjauhi rokok ilegal.

Mula-mula Arfin diiringi 11 pemusik membawakan lagu Gokil. Lagu ini merupakan akronim dari gempur rokok ilegal.

Petikan liriknya berbunyi: “Ayo Gempur ayo gempur rokok ilegal, merugikan pendapatan nasional”.

Lagu tersebut bergenre pop. Iringan musik yang pas nan rancak membuat lagu ini begitu nyaman didengarkan.

Sementara pesan yang terkandung dalam lagu pun mengena. Puluhan penonton yang saat itu memenuhi kursi yang tersedia di bawah joglo tepat berada di depan panggung pentas tampak  begitu menikmati sajian lagu tersebut. Umumnya para penonton adalah anak muda.

Disusul lagu berikutnya yakni berjudul Gempur, Ayo Pak Ayo Bu, dan Ojo Podo Ngawur. Untuk judul yang terakhir ini, kata Arfin, berisi pesan agar masyarakat tidak ngawur dalam membeli rokok.

Tentu ini bukan kampanye merokok, tapi kampanye bagi masyarakat yang sudah terlanjur sebagai konsumen rokok supaya tidak membeli rokok ilegal.

Apalagi saat situasi pandemi, saat konsumen rokok dihadapkan dengan kenyataan tidak mampu membeli rokok legal dan tergiur dengan rokok ilegal.

“Maka dari itu pesannya agar tidak ngawur, jauhi rokok ilegal,” kata Arfin seusai pentas.

Kemudian Arfin dalam pentas musik Berswara itu membawakan lagu Kudus Kota Kretek dan Lindungi Kudus Kita.

Dua lagu ini mengandung makna bahwa Kudus merupakan daerah yang satu di antara penopang perekonomiannya merupakan industri rokok kretek. Karenanya, menghindari rokok ilegal adalah kesunyataan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved