Berita Otomotif

Beli Bensin Pakai Hitungan Liter Konsumen Bisa Terhindar dari kecurangan? Ini Penjelasan Pihak SPBU

Sebelumnya, memang ada anggapan yang beredar soal pembelian dengan patokan liter bisa menghindari kecurangan di SPBU

Editor: muslimah
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Seorang pengemudi ojek online mengisi bahan bakar Pertamax Turbo untuk kendaraannya, di SPBU Kedungmundu Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM - Masyarakat Indonesia memiliki kebiasannya sendiri-sendiri saat membeli bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Tak hanya soal pilihan jenis BBM, namun perilaku dalam membeli BBM berdasarkan nominal rupiah atau jumlah liter.

Ya, ada orang yang lebih nyaman membeli BBM dengan nominal rupiah tertentu.

Sementara itu ada juga yang mengacu pada jumlah liter.

Baca juga: Banjir dan Longsor Melanda Cilacap Settelah Dugur Hujan Lebat

Baca juga: Video Nama Ganjar Pranowo sampai Anies Baswedan Dijagokan PAN Pekalongan

Ada konsumen yang terbiasa membeli bensin dengan nominal Rp 100.000, ketimbang membeli BBM sejumlah lima liter atau enam liter.

Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik?

“Kalau menurut saya sama saja, baik harga maupun liter. Karena kan dikonversikannya tetap ke liter.

Misalnya beli bensin Pertamax Rp 50.000 dapatnya sejumlah liter saat itu.

Sama saja kalau membeli 5 liter bensin akan Rp 50.000 juga,” ujar Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin, dikutip dari Kompas.com.

Tetapi, membeli BBM dengan mengacu pada takaran nominal rupiah akan lebih mudah dan mempercepat transaksi, contoh Rp 100.000 atau Rp 150.000.

Sementara itu, jika mengacu pada liter, misal contoh harga per liter Pertalite Rp 7.650, berarti harus menyiapkan uang receh atau petugas SPBU harus menyiapkan uang kembalian.

Sebelumnya, memang ada anggapan yang beredar soal pembelian dengan patokan liter bisa menghindari kecurangan di SPBU

Tetapi, Paimin mengatakan, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan. 

“Sama saja (liter atau nominal rupiah). Ada baiknya konsumen memerhatikan pengisian dari awal hingga akhir, setelah itu minta truk transaksi kepada petugas agat bisa dilihat apakah uang yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah takaran liter BBM yang dibeli,” kata Paimin. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved