Penipuan

Duduk Perkara Muslikan Kades Demak Menipu Putri Sarmun, Embel-embel Jadi Sekdes Rp 800 Juta

Kronologi Kades Sidoharjo Muslikan melakukan penipuan ke anak Sarmun bernama Wulandari, dijanjikan jadi Sekdes Rp 800 juta.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
Polda Jateng
Kades Sidoharjo Muslikan (bajur biru) ditangkap Polda Jateng masalah penipuan janji jabatan Sekdes Sidoharjo di Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Kades Sidoharjo terjerat kasus penipuan jual beli jabatan Sekretaris Desa di Kabupaten Demak.

Nama Kades Sidoharjo itu adalah Muslikan.

Si Kades Sidoharjo ikuti sidang di Pengadilan Tinggi Negeri Demak, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Pak Kades di Bone Jadi Otak Pelaku Pencurian Pompa Air, Suruh Menantunya Eksekusi

Kades Sidoharjo Muslikan (bajur biru) ditangkap Polda Jateng masalah penipuan janji jabatan Sekdes Sidoharjo di Kabupaten Demak.
Kades Sidoharjo Muslikan (bajur biru) ditangkap Polda Jateng masalah penipuan janji jabatan Sekdes Sidoharjo di Kabupaten Demak. (Polda Jateng)

Muslikan dilaporkan Sarmun (55).

Sarmun merupakan warga Desa Gaji, Tegowanu, Grobogan.

Dia jengkel janji Muslikan jadikan anak Sarmun sebagai Sekretaris Desa tidak dipenuhi.

Bahkan uang Rp 470 juta dari Sarmun pun disikat Muslikan.

Bagaimana kronologi Sarmun ditipu Muslikan?

  • Muslikan mendatangi Sarmun saat pemilihan Perangkat Desa Sidoharjo 2021
  • Muslikan menawarkan jabatan Sekretaris Desa untuk anak Sarmun yang bernama Wulandari
  • Harga yang ditawarkan Muslikan untuk jabatan Sekdes Sidoharjo Rp 800 juta
  • Sarmun tergiur dan menyanggupi tawaran Muslikan
  • Pembayaran itu dilakukan secara mencicil
  • Ketika uang cicilan sampai Rp 470 juta, jabatan Sekdes tak kunjung dipenuhi, bahkan diisi orang lain
  • Sarmun merasa ditipu dan menuntut Muslikan

"Dia datang ke rumah, menawarkan menjadikan perangkat desa anak saya Wulandari. Harganya dia minta Rp 800 juta, sudah saya bayar separuhnya, Rp 470 juta," ucapnya.

Dirinya merasa percaya menyerahkan uangnya, lantaran Muslikan masih menjabat.

Uang Rp 470 juta itu ia berikan secara berkala, mulai dari Rp 150 juta sebagai tanda jadi.

"Muslikan terus meminta uang jabatan Sekdes, akhirnya totalnya Rp 470 Juta Rupiah," katanya.

Setelah uang ratusan juta rupiah itu diminta, anaknya tidak kunjung dilantik sebagai Sekretaris Desa.

Malahan, jabatan tersebut telah diisi orang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved