Berita Semarang

Syarat Pakai PeduliLindungi untuk Beli Migor Curah, Disperindag Jateng: Masih Tunggu Surat Edaran

Luhut Binsar Pandjaitan umumkan akan adanya kebijakan sistem pembelian migor curah.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Seorang pekerja sedang melakukan pengisian minyak goreng curah di toko grosir minyak goreng curah jalan Pedamaran Semarang. Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan akan adanya kebijakan sistem pembelian minyak goreng (migor) curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau NIK.

Rencananya, sosialisasi sistem baru ini akan dilakukan mulai hari ini, Senin (27/6/2022) hingga dua pekan ke depan.

Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Arif Sambodo menuturkan, saat ini sosialisasi belum dilakukan di Jateng.

Dia menyebutkan, Jateng kini masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari pemerintah pusat terkait teknis dan regulasinya.

"(Soal syarat menunjukkan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng curah) PeduliLindungi belum ada suray edarannya, belum ada petunjuknya. Jadi masih beli seperti biasa," kata Arif dihubungi tribunjateng.com, Senin.

Arif melanjutkan, syarat membeli minyak goreng menggunakan aplikasi PeduliLindungi sejauh ini masih diterapkan di pusat-pusat perbelanjaan. Syarat tersebut merupakan syarat umum untuk memasuki pusat perbelanjaan.

Sedangkan syarat khusus untuk membeli minyak goreng curah, ia mengatakan saat ini belum berlaku di seluruh Jawa Tengah.

"Kalau pakai PeduliLindungi, masuknya ke Supermarket. (Untuk membeli minyak goreng curah) belum ada petunjuk. (Disperinsag) Se-Nasional masih menunggu semuanya," tuturnya.

Di sisi lain, Arif menambahkan, terkait stok minyak goreng curah maupun kemasan di Jawa Tengah sendiri sejauh ini aman.

Termasuk untuk menyambut Hari Raya Idul Adha, ia memastikan stok masih memenuhi.

"Pasokan minyak goreng (jelang Idul Adha) aman, aman banget. Bisa dicek di pasar-pasar, di mall-mall, aman," ungkapnya.

Begitu pula dengan bahan pokok lainnya, Menurut Arif, akan dipastikan harga terkendali jelang Idul Adha 2022.

"(Cabai dan lain-lain) Sementara semuanya aman, karena Idul Adha tidak seperti Idul Fitri yang umumnya orang mencari, tapi (saat Idul Adha) menerima.

Kurban yang dicari kambing hidup, yang disembelih kemudian dibagi-bagikan. Jadi tidak ada kenaikan harga daging atau apapun. Aman semuanya," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved