Berita Batang

32 Desa Terima SK Bupati Batang, Resmi Jadi Desa Wisata

32 desa di 13 kecamatan diresmikan menjadi Desa Wisata (Deswita) Kabupaten Batang. Salah satu wujudnya melalui SK Bupati Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Penyerahan SK Bupati Batang terkait Desa Wisata oleh Asisten Administrasi Setda Kabupaten Batang Sugeng Sudiharto kepada Kades Kalisalak Setiadi, di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa (28/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Disparpora Kabupaten Batang menetapkan 32 desa yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Batang menjadi Desa Wisata (Deswita).

Penetapan itu pun ditandai dengan penyerahan SK Bupati oleh Asisten Administrasi Setda Kabupaten Batang, Sugeng Sudiharto kepada perwakilan yakni Desa Kalisalak Kecamatan Limpung, di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa (28/6/2022).

Desa-desa itu kebanyakan memiliki kelebihan di keindahan alam dan budaya lokal.

Baca juga: Warga Desa Wonokerso Batang Rasakan Banyak Manfaat Biogas

Baca juga: Kementerian PUPR dan Pemkab Batang Rancang Penanganan Sungai Sambong

Kepala Disparpora Kabupaten Batang, Yarsono berharap, desa-desa tersebut bisa menggali potensi serta berinovasi sehingga bisa mendongkrak kunjungan wisata.

"Kami memperbaiki diri bersama desa wisata dan pihak lainnya seperti pengelola wisata, Pokdarwis, dan komunitas."

"Menurut kami ini perlu karena Disparpora Kabupaten Batang tidak bisa berdiri sendiri," tutur Yarsono kepada Tribunjateng.com, Selasa (28/6/2022).

Beberapa hal yang menjadi perhatiannya dalam penentuan desa wisata adalah adanya kegiatan alam di desa, modifikasi desa, hingga kearifan lokal. 

Bentuk wisatanya bisa berupa wisata religi, alam, dan alam buatan.

"Petugas Disparpora Kabupaten Batang akan melakukan verifikasi ketika desa mengajukan untuk menjadi desa wisata."

"Misalnya legiatan-kegiatan di desa termasuk ke dalam desa wisata atau tidak, termasuk dengan pengelolaannya, tempat-tempat wisata, budaya, ekonomi kreatif, hingga UMKM," jelasnya.

Beberapa desa yang ditetapkan itu seperti Desa Bawang, Sangubanyu, Deles, Pasusukan, Purbo, Kalipucang Wetan, hingga Kalisalak.

"Jumlah 32 desa wisata itu baru sementara."

"Sebab, dimungkinkan ke depan akan bertambah."

"Apabila ada desa-desa lain di Kabupaten Batang, tentu Disparpora akan melakukan," imbuhnya.

Baca juga: Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau di Batang Difokuskan Bidang Kesehatan

Baca juga: PMI Kabupaten Batang: 18 Rumah Sudah Direhab, Target Tahun Ini 30 RTLH

Sementara itu, Kepala Desa Kalisalak, Setiadi mengatakan, proses pengajuan untuk menjadi desa wisata memakan waktu hampir satu tahun.

Desa Kalisalak berkonsep wisata religi berupa masjid tertua di Kabupaten Batang, Petilasan KH Ahmad Rifa’i yang merupakan satu pahlawan nasional, serta pendiri Rifa’iyah dan makam eyang buyut dari Habib Lutfi bin Ali bin Yahya yakni Habib Umar bin Yahya.

“Jumlah wisatawan yang berkunjung untuk ziarah di bulan-bulan tertentu cukup banyak, bisa mencapai 500 pengunjung,” ujarnya.

Pelaku UMKM juga terintegrasi dengan desa wisata, dengan produk yang beragam seperti sirup jahe, keripik, duku, dan durian.

"Semuanya dikelola warga atau Pokdarwis setempat,” pungkasnya. (*)

Baca juga: SPBU Bacin Kudus Kena Sanksi, Langgar Aturan Penyaluran Pertalite, Pasokan Dihentikan Hingga 8 Juli

Baca juga: Pemilu 2024, DPD PAN Kabupaten Pekalongan Target 9 Kursi Legislatif

Baca juga: KPU Kendal Coret 5.847 Data Pemilih, Masuk Kategori Tak Memenuhi Syarat, Sesuai Rekomendasi Pusat

Baca juga: SMP Negeri 3 Bae Kudus Kurang 96 Siswa, Coba Optimalkan Buka Jalur PPDB Offline

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved