Berita Regional

9 Pembunuh Bayaran di Muba Masing-Masing Dapat Rp5 Juta untuk Habisi Reli yang Dianggap Informan

Reli dihabisi karena dianggap informan. Reli Sepriadi dihabisi oleh 9 pelaku atas perintah T yang menjanjikan upah Rp 5 juta ke 9 pelaku.

Shutterstock
Ilustrasi 

STRIBUNJATENG.COM, MUSI BANYUASIN - Polisi mengungkap kasus pembunuhan Reli Sepriadi (38), warga Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel), pada Sabtu (26/3/2022) lalu.

Reli dihabisi karena dianggap informan.

Reli Sepriadi dihabisi oleh 9 pelaku atas perintah T yang menjanjikan upah Rp 5 juta ke 9 pelaku.

Baca juga: Dibandingkan Dengan Suami Tetangga yang Sudah Bisa Beli Mobil, Pria Tulungagung Habisi Nyawa Istri

Kini sebanyak 9 pelaku yang mendapatkan upah Rp 5 juta untuk membunuh Reli Sepriadi ditangkap oleh jajaran Polres Musi Banyuasin (Muba).

Satreskrim Polres Muba akhirnya berhasil menangkap para pelaku yang rupanya komplotan pembunuh bayaran.

Pelaku pembunuhan Reli Sepriadi
Pelaku pembunuhan Reli Sepriadi (38), warga Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel), pada Sabtu (26/3/2022) lalu, mendapatkan upah Rp 5 juta.

Pihak kepolisian Polres Muba, berhasil mengamankan sembilan tersangka yang melakukan pembunuhan antara lain, Erik Pratama, Efran, Julianayah, Afriadi, Alpino, Tarmizi Yulius, Boby Lanistra, Firmansyah, dan Jhoni Kusmoyo.

Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio SIK, mengatakan berhasil diamankannya kesembilan tersangka pembunuhan tersebut.

Setelah pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berhasil diamankan pada Sabtu (11/6/2022) tiga tersangka yakni Efran, Erik Pratama, Juliansyah.

"Tim terus melakukan pengembangan dan berhasil diamankan Firmansyah pada 12 Juni, kemudian seteah kembali dikembangkan berhasil menangkap tersangka Afriadi dan Jhoni Kusmoyo,"kata Alamsyah, Senin (27/6/2022).

Kemudian pada Minggu (19/6/2022) kembali ditangkap tersangka Alpino, lalu Kamis (23/6/2022) ditangkap tersangka Boby Laniastra dan terakhir ditangkap tersangka Tarmizi Yulius pada Jumat (24/6/2022) kemarin.

 
"Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru karena kita terus lakukan pengembangan. Apalagi otak pembunuhan masih dalam pengejaran," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kesembilan tersangka, mereka melakukan pembunuhan atas order atau pesanan seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran. Dimana setiap pelaku dijanjikan upah masing-masing Rp5 juta.

"Karena pembunuhan ini sudah terencana, jadi untuk masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda seperti ada yang menjemput korban dari rumah, ada yang mengajak korban untuk berpesta narkoba dan ada yang mengeksekusi di TKP," ungkapnya.

Selain itu motif penusukan oleh upah Rp5 juta, pihaknya mengendus motif lain.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved