Nazar Warga Tawangmangu Dikabulkan, Lepas 10 Ayam Buat Rebutan Warga saat Mondosiyo

Alasan warga Tawangmangu melepas puluhan ayam saat tradisi Mondosiyo di Kabupaten Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Warga Pancot Kelurahan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar melepas puluhan ayam kampung sebagai rasa syukur sekaligus melestarikan tradisi mondosiyo setelah nadzarnya tercapai. 

Dari pantauan di lokasi ratusan warga tumpah ruah di sekitar pendopo tempat pelaksanaan tradisi yang digelar setiap tujuh bulan sekali bertepatan dengan Selasa Kliwon wuku mondosiyo tersebut. Abur-abur ayam atau melepas ayam menjadi puncak tradisi yang digelar oleh masyarakat lereng Gunung Lawu tersebut.

Saat puncak acara, ayam tersebut diterbangkan oleh panitia ke atap pendopo untuk kemudian diperebutkan oleh warga dan penonton yang menghadiri tradisi mondosiyo.

Baca juga: 7 Bulan Sekali Selasa Kliwon, Orang Sekampung Kejar-kejar Ayam di Atas Genteng: Tradisi Mondosiyo

Warga berebut ayam nadzar yang bertengger di atap pendopo saat acara Tradisi Mondosiyo di Pancot Kelurahan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/6/2022) sore.
Warga berebut ayam nadzar yang bertengger di atap pendopo saat acara Tradisi Mondosiyo di Pancot Kelurahan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/6/2022) sore. (Tribun Jateng/ Agus Iswadi)

Salah satu warga yang turut melepas ayam tersebut ialah Sutrisno. Laki-laki itu melepas 10 ekor ayam kampung setelah nadzarnya tercapai yakni membeli lahan di sekitar kampung. 

"Ini punya ujar (nadzar) kemarin, kalau bisa beli tanah mau lepas 10 ekor ayam," katanya kepada Tribunjateng.com di sela acara mondosiyo, Selasa (28/6/2022) sore. 

Dia menuturkan, baru pertama kali ini melepas ayam saat acara mondosiyo. Hal itu dilakukan oleh Sutrisno sebagai bentuk syukur atas keinginannya yang telah terkabulkan sekaligus melestarikan budaya setempat. 

Warga lainnya, Suparto (28) juga melepas 10 ekor ayam kampung setelah beberapa keinginannya terkabulkan salah satunya yakni dapat membangun rumah. 

"Biasanya kalau punya nadzar, saya dapat beli sesuatu nanti saya akan melepaskan ayam. Ini baru pertama melepas ayam," ucapnya. 

Adapun tradisi yang digelar oleh warga Pancot tersebut kini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional oleh Kemendikbud. (Ais). 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved